UKM Indonesia

​Kupas Tuntas Iklan Toko dan Flash Sale di Tokopedia

Penulis : Sonia Fatmarani
Editor : Banu Rinaldi
08 Juni 2022
Lama Baca : 10 menit


Berjualan di e-commerce punya konsep yang sangat berbeda dengan berdagang secara konvesional. Sistem pembayarannya berbeda, begitu pula dengan sistem pembelian dan pemilihan barang. Saat pelanggan tidak bisa memilih produk secara langsung, mereka akan lebih mengandalkan review konsumen lain yang sudah lebih dulu membeli. Karena inilah, menjamin kepuasan pelanggan dengan kualitas dan pelayanan yang apik harus dikedepankan oleh teman-teman UKM.

Selain review, pelanggan juga akan menilai produk melalui promosi yang kita lakukan. Jelas, cara berpromosi di e-commerce juga akan berbeda dengan promosi secara fisik. Umumnya, masing-masing platform e-commerce memiliki fitur-fitur promosinya sendiri.

Baca Juga: Tips Beriklan di Instagram Ads

Salah satunya adalah Tokopedia, yang memiliki fitur promosi berupa Iklan Toko dan Flash Sale secara berkala. Nah, bagaimana aturan main dari fitur promosi ini? Dan apa yang bisa kita lakukan agar pemanfaatannya menjadi maksimal? Mari kita kupas tuntas semuanya di sini.


Apa itu Iklan Toko?

Dilansir dari website resmi Tokopedia, Iklan Toko didefinisikan sebagai jenis iklan TopAds yang akan menampilkan toko dan produk di barisan teratas halaman pencarian sehingga langsung bisa langsung terlihat oleh jutaan mata calon pembeli yang membuka aplikasi tanpa harus scroll ke bawah. Fitur ini bisa didapatkan oleh semua seller Tokopedia, tanpa terkecuali.

Untuk mengaktifkan Iklan Toko, teman-teman harus menyiapkan budget yang bisa disesuaikan dengan jumlah produk yang diiklankan serta tampilan yang akan diperoleh nantinya. Tenang, Iklan Toko tidak menarik biaya yang mahal kok.

Baca Juga: Beriklan di Tokopedia/ Shopee Anti Boncos

Semuanya bisa diatur saat teman-teman akan mengaktifkan Iklan Toko. Selain biaya, kita juga harus mempersiapkan kalimat-kalimat promosi yang menarik dan mudah ditangkap oleh pelanggan. Usahakan kalimat ini singkat, padat, dan jelas.


Bagaimana cara mengaplikasikan Iklan Toko?

Nah, meskipun teman-teman penjual (seller) bisa mengakses akun lewat aplikasi Tokopedia di ponsel, namun khusus untuk mengatur Iklan Toko, kita harus menggunakan Tokopedia lewat desktop laptop atau komputer. Berikut ini adalah langkah-langkah praktis untuk mengatur Iklan Tokopedia di akun kita.

1. Masuk ke halaman Tokopedia Seller

Setelah berhasil masuk lewat Tokopedia desktop, teman-teman bisa klik pilihan ‘Iklan & Promosi’, kemudian pilih ’Tingkatkan Kunjungan Pembeli’ lalu pilih ‘TopAds’.

top description

2. Isi Nama Iklan Toko

top description

3. Isi Konten Iklan.

Pada bagian ini, teman-teman bisa memilih jumlah produk yang direkomendasikan, dengan maksimal pilihan 10 peoduk. Kemudian, isi kolom “Pesan Promosi” dengan kalimat yang menarik.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Paket Iklan Online yang Perlu Diketahui

top description

top description

4. Tambahkan Kata Kunci

Untuk kolom ini, teman-teman bisa memilih kata kunci yang spesifik agar pembeli mudah temukan Iklan Tokomu di halaman pencarian. Kata kunci tidak harus satu, melainkan bisa banyak. Jadi, pilihlah beberapa kata kunci yang relevan dengan produk teman-teman.

top description

5. Atur biaya Iklan di Rekomendasikan dan atur Jadwal serta Anggaran Iklan.

Di bagian ini, teman-teman bisa mengatur biaya Iklan Toko yang akan ditampilkan. Jika masih bingung, Tokopedia akan merekomendasikan biaya iklan yang sesuai dengan manfaat yang ingin teman-teman peroleh. Cukup pilih di bagian Jadwal Tampil dan Anggaran Harian. Dengan begini, biaya iklan bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kemauan kita. Jika sudah sesuai, klik ‘Iklankan’.

Baca Juga: Beriklan Google Ads dengan Efektif Bagi UMKM

top description

Setelah pilihan “Iklankan” berhasil diproses, maka Iklan Toko teman-teman akan langsung ditampilkan sesuai dengan pengaturan yang dipilih sebelumnya. Jadi, kita tinggal duduk manis dan menunggu tampilan iklan di halaman depan (Home) aplikasi.


Apa Saja Keuntungan Berpromosi dengan Iklan Toko?

Setelah mengetahui sistem pengaktifannya, teman-teman juga harus tahu apa saja keuntungan beriklan lewat Iklan Toko. Masih dilansir dari website resmi Tokopedia, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa teman-teman peroleh:

1. Promosi Produk Sekaligus dalam Satu Waktu

Ya, Iklan Toko bisa diaplikasikan untuk beberapa produk sekaligus dalam satu waktu. Teman-teman bisa memilih hingga 10 produk atau bahkan lebih dengan sekali bayar. Jadi, tidak perlu repot-repot memilih produk satu per satu. Dengan begini, produk kita juga jadi lebih banyak eksis.

Baca Juga: Bangun Customer Engagement Lewat Gimmick Promosi di Media Sosial

2. Tampilan yang Eksklusif

Iklan Toko teman-teman akan ditampilkan secara khusus di layar para calon pelanggan saat mereka membuka aplikasi Tokopedia. Sebab, sistemnya hanya satu toko yang akan muncul dalam sekali waktu.

3. Meningkatkan Kunjungan Pengguna

Salah satu manfaat nyata dari Iklan Toko adalah meningkatkan jumlah kunjungan pengguna aplikasi ke akun toko kita. Jika iklan yang kita pasang menarik (dari segi kalimat dan gambar), tentu pengguna aplikasi tidak akan segan meng-klik iklan yang langsung terkoneksi dengan akun toko teman-teman. Tokopedia mengklaim bisa meningkatkan kunjungan hingga jutaan pembeli dan followers sehingga toko kita lebih dikenal dan diingat calon pembeli.


Studi Kasus dan Pengalaman Eatever di Tokopedia

Menggunakan channel online membuat UMKM berpeluang meningkatkan transaksi dalam skala yang cukup besar. Bahkan bagi bisnis yang baru dimulai sekalipun. Sebuah lapak online, Eatever, adalah contoh nyata dari fenomenan ini.

Dalam waktu kurang dari setahun, Eatever mampu menjual 8.300 produk dengan kurang lebih 3000 ulasan di Tokopedia. Eatever mulai berjualan produk frozen di awal pandemi, yang dinilai sebagai waktu tepat untuk berjualan bahan makanan pokok. Ketika daya beli menurun di bagian lain, ternyata di kebutuhan bahan makanan pokok pembelian konsumen justru meningkat.

Baca Juga: Mengenal Strategi dan Konten Promosi Serta Evaluasi Efektifitasnya

Di Tokopedia, sebagai pemain lama, tim Eatever merasa platform ini lebih capable dalam menjual produk makanan karena memang Tokpedia lebih dulu dibanding Shopee dalam mencanangkan platform khusus untuk makanan. Contohnya, jika membuka aplikasi Tokopedia, di halaman utamanya selalu terpampang sesi campaign yang berjudul Tokopedia Nyam.

Ini adalah campaign khusus untuk makanan-makanan. Biasanya, campaign ini punya jam-jamnya tersendiri dan penjual pasti diberitahu lewat notifikasi sehingga bisa mengikuti. Sehingga brand lumayan terekspos. Inilah salah satu bentuk promosi yang cukup efektif menurut tim Eatever.

Selain di platform e-commerce, Eatever juga menjangkau pelanggan dari sisi emosional melalui kanal sosial media, seperti Instagram dan Facebook. Dan hal ini dilakukan secara aktif, karena mau tidak mau, di zaman sekarang, memang harus memanfaatkan Ads System. Eatever di awal berjualan seperti biasa, namun penjualan tidak ada peningkatan.

Di marketplace, semakin banyak dan semakin tinggi rating, suatu toko tentu dinilai lebih terpercaya. Salah satu cara meraih rating yang baik adalah dengan unggul di sosial media. Makin banyak yang membeli, pelanggan akan semakin percaya.

Sementara ShopeeFood baru aktivasi akhir-akhir ini, mengikuti langkah Tokopedia yang sudah berjalan setahun. Sebenarnya, market Shopee memang banyak, namun pemainnya juga cenderung sudah kuat. Sehingga untuk bersaing tentu memerlukan tenaga yang lebih besar. Pembayaran di Tokopedia juga lebih nyaman, dalam sehari langusng cair setelah barang diterima konsumen.

Baca Juga: Tips Promosi di YouTube Untuk UKM

Berdasarkan pengalaman Eatever, berjualan di e-commerce memang jauh lebih nyaman dibanding berjualan dari pintu ke pintu, atau ke perusahaan. Karena saat memesan dalam skala besar, perusahaan atau pihak pembeli biasanya ada budget yang harus dipepet-pepet. Sementara di e-commerce, sistemnya membayar sesuai dengan harga yang ditentukan penjual.

Tak hanya itu, saat sudah menjadi Official Store, banyak dibantu juga oleh Tokopedia. Meski marginnya sekitar 5% untuk setiap penjualan, namun support dari e-commerce sangat terasa, salah satunya lewat featured campaign. Banyak dari program diskon pun disubsidi oleh Tokopedia sebagai bagian dari promosi.

Misalnya saja, saat ada flash sale di mana harga ayam ungkep frozen toko mereka yang tadinya 50 ribu rupiah didiskon menjadi hanya 10 ribu rupiah, Tokopedia tidak membebankannya pada seller, melainkan disubsidi sisa harganya.


Tips dan Trik Sukses Bermain Iklan Toko

Dikatakan Dian, dalam bermain Ads, mereka benar-benar menempatkan keyword sesuai dengan nama produk. Jika produknya ikan cakalang, keyword utama yang akan ditaruh adalah ikan, cakalang, dan frozen. Terkadang, mereka juga menyelipkan nama kompetitor di keyword.

Sehingga ketika seseorang mencari satu merk makanan tertentu, merk dagang kita juga turut terpampang , meskipun sebagai rekomendasi. Ini bisa menarik lebih banyak calon pembeli untuk melihat-lihat produk kita, dan bahkan membelinya.

Saat beriklan, per keyword juga harus benar-benar dipikirkan satu per satu, beserta turunan-turunannya. Apa yang dimaksud dengan turunannya? Maksudnya adalah kata-kata yang mirip dengan nama produk kita. Misalnya saja, jika nama produk kita adalah ayam bakar, kita tentu akan menggunakan keyword “ayam bakar”.

Baca Juga: Memperkuat Konten dengan Tagar dan Kata Kunci yang Tepat

Tapi sertakan juga kata lain yang artinya dekat, seperti “ayam kuning” atau “ayam goreng”, sehingga meskipun pengguna tidak mencari hal ini saat menggunakan fitur search, nama produk kita akan turut terlihat pula.

Sebab, di Tokopedia iklan dikenakan biaya berdasarkan jumlah klik penggunanya. Jadi, saat tidak ada yang meng-klik, tentu ads kita tidak kena charge.


Strategi Mengatur Anggaran Beriklan

Tiap produk harus dihitung HPP-nya terlebih dulu. Setelah itu. Dari HPP baru disepakati, setelah diptong pembayaran karyawan dan biaya-biaya lain, berapa besar bagian yang harus disisihkan untuk beriklan. Meskipun kadang untung sedikit, namun hal ini bagus untuk bisnis kita secara berkelanjutan.

Sebab, dengan menyisihkan sedikit untuk ads, berarti kita meningkatkan brand awareness. Adakan diskon 30 atau 40 persen sesekali di tanggal-tanggal tertentu, meskipun ini berarti kita hanya mengambil untung sangat tipis. Sebab, yang penting adalah brand awareness tadi.

Rating dan review juga bisa naik dengan cara ini. Sementara nilai waste juga dihitung dan dimasukkan ke HPP, sekitar 10%. Hal ini untuk mengantisipasi tipisnya keuntungan yang diperoleh.

1. Seberapa efektif penjualan dengan mengikuti event, seperti FlashSale?

Sebenarnya, efektif atau tidak, tentu kembali lagi ke tujuan awal. Biasanya, beberapa seller mengikuti flash sale untuk meningkatkan brand awareness alias kesadaran pelanggan akan produk kita, dan bukan untuk cari cuan. Jadi, saat mengikuti event tersebut, kita bisa memanfaatkan subsidi dari Tokopedia.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi Star Seller dan Shopee Mall di Shopee?

Pada kenyataannya, jika kita rajin mengikuti flash sale, penjualan memang bisa mengalami peningkatan signifikan. Namun, tidka menambah margin keuntungan. Tapi lebih ke investasi, untuk tujuan jangka panjangnya. Dengan meningkatkan brand awareness, kita bisa mengundang lebih banyak pengunjung dan pembeli.

Misalnya saja, seorang calon pemeli menyukai produk kita, namun ia masih merasa bahwa harga yang dipasang di luar jangkauannya. Suatu hari, kita mengikuti flash sale dan mengubah harga yang tertera menjadi lebih murah hingga 30 atau 40 persen.

Saat melihat ini, bisa saja si calon pembeli tadi merubah pikirannya dan langsung membeli produk kita yang ia sukai, lantaran harganya sudah berubah sesuai budgetnya. Dengan begini, toko kita mungkin tidak mengambil margin untung yang banyak atas penjualan tadi. Namun, kita sudah menambah satu customer. Dan inilah yang harus kita hargai tinggi.

Sebab, bisa saja saat dia puas dengan produk kita, tidak akan sulit baginya untuk membeli lagi, meski dengan harga normal sekalipun.

Ya, harga beriklan di event seperti ini bisa dianggap ongkos yang harus kita keluarkan untuk brand awareness dan proyeksi jangka panjang. Misalnya, dalam flash sale tadi kita menjual 100 produk dengan margin tipis. Nah, dari hasil penjualan ini kita berharap ada 20 transaksi lain yang dilakukan pembeli di harga normal, saat kita tidak melakukan flash sale ke depannya. Karenanya, tidak mengambil profit di flash sale cukup masuk akal.

2. Seberapa lama waktu yang diperlukan dalam survei pasar untuk mengetahui kapan harus menaikkan atau menurunkan produksi?

Berdasarkan pengalaman Eatever, biasanya mereka mencaritahu terlebih dulu, apakah kebutuhan masyarakat sekarang akan produk yang mereka jual sedang naik atau turun trennya. DI sinilah kita mengandalkan data. Beberapa wkatu lalu, data menunjukkan bahwa konsumsi makanan berat banyak dibutuhkan untuk orang-orang yang tengah menjalani isolasi mandiri lantaran tertular COVID-19.

Banyak yang lebih memilih isoman dan shelter karena rumah sakit tidak menampung mereka yang tanpa gejala. Eatever membuat satu paket makanan baru untuk situasi ini, yaitu Paket Cepat Pulih. Produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi agar pasien cepat pulih tanpa harus pusing mau makan apa. Sebelum membentuknya, tentu tim melakukan riset terlebih dul, mencari datanya, sebelum kemudian memutuskan makanan apa saja yang sesuai saat ini untuk dijual.

Di situasi semacam inilah, data memang harus dijadikan pegangan, sehingga UMKM tidak asal-asalan berinovasi. Cari datanya, perhatikan dari data tersebut kira-kira apa yang dibutuhkan konsumen saat ini, baru kemudian rancang inovasi yang bisa jadi solusi. Sederhana, bukan?

Baca Juga: Marketing Campaign: Seberapa Efektif Meningkatkan Penjualan?

Nah, dengan mengetahui tips dan trik yang bisa digunakan dalam berpromosi di Tokopedia, teman-teman yang berjualan di platform ini diharapkan bisa lebih memaksimalkan penjualan produk. Manfaatkan fitur yang tersedia, dan buatlah efektif dengan cara-cara di atas. Sebab, sudah saatnya UKM naik kelas dan menjadi pemenang di pasar online!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. Webinar Pojok Pasar UKM bersama Telunjuk.com dan Compas
  2. https://seller.tokopedia.com/edu/topads-iklan-toko/
  3. https://seller.tokopedia.com/edu/about-topads/iklan/
  4. https://seller.tokopedia.com/edu/tambah-iklan-otomatis-topads/
Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: