Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Jasaboga (SLHSJ)

Deskripsi
    • Sertifikat Laik Hygene Sanitasi Jasaboga adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota dalam rangka mengendalikan faktor makanan, orang, tempat, proses pengolahan dan perlengkapan pengolahan makanan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Dengan demikian, sertifikat laik hygiene ini merupakan alat pengawasan bagi pemerintah dalam rangka perlindungan konsumen dan menurunkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat.
    • Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1096/2011, dinyatakan bahwa setiap pelaku usaha jasaboga harus memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi, serta mempekerjakan Tenaga Penjamah Makanan – yaitu tenaga kerja yang berhubungan langsung dalam proses pengolahan makanan - yang memiliki sertifikat hygiene sanitasi makanan.
    • Kegiatan usaha jasaboga adalah yang melayani kebutuhan penyediaan makanan berdasarkan pesanan sehingga makanan akan disajikan di tempat yang berbeda dengan tempat pengolahannya. Umumnya pemesanan layanan jasaboga dibutuhkan untuk acara-acara seperti syukuran, pernikahan, arisan, dsb; atau untuk perusahaan untuk acara-acara seminar, rapat, pesta, perjalanan wisata (termasuk perjalanan haji atau umroh), dsb. Kegiatan jasaboga juga meliputi pengelolaan kantin atau kafetaria di gedung perkantoran atau pabrik yang dijalankan berdasarkan kontrak untuk jangka waktu tertentu.
    • Walaupun masih banyak pelaku usaha jasaboga atau katering (catering) skala mikro, kecil, atau menengah yang belum memiliki sertifikat ini, pelaku usaha yang ingin naik kelas perlu mengurus sertifikasi ini, terutama dalam rangka meningkatkan citra usaha yang tidak hanya mengedepankan citarasa, namun juga berkomitmen dalam turut menjaga keamanan dan kesehatan pangan bagi konsumennya. Sertifikasi ini juga dapat membantu pelaku usaha dalam meyakinkan calon pelanggan yang lebih besar, misalnya pesanan dari perusahaan atau kantor-kantor tertentu.
    • Di Kota Bandung (setiap usaha perseorangan skala mikro atau kecil) dibebaskan dari kewajiban untuk memiliki izin teknis operasional usaha (seperti Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga, SIUP, IUI, atau TDUP) karena hanya wajib memiliki Tanda Daftar Usaha Mikro (TDUM) atau Tanda Daftar Usaha Kecil TDUK).
Syarat

    Persyaratan administratif:

    1. Permohonan sertifikat laik hygiene sanitasi jasaboga. Unduh disini
    2. Fotokopi KTP yang masih berlaku
    3. Surat keterangan sehat dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
    4. Foto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 cm (2 lembar)
    5. Pernyataan kesanggupan sebagai penanggung jawab. Unduh disini
    6. Denah lokasi jasaboga
    7. Denah bangunan
    8. Surat izin tetangga/Izin Gangguan (HO)
    9. Sertifikat/ijazah tenaga yang memiliki pengetahuan penyehatan/hygiene sanitasi makanan
    10. Rekomendasi dari asosiasi yang bergerak di bidang jasaboga atau Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI)
    11. Berita acara pemeriksaan (BAP) hasil inspeksi sanitasi dan hasil laboratorium jasaboga dari Tim Pemeriksa. Unduh disini

    (Sumber: PMK 1096/2011 Psl. 9, Lampiran Bab II dan leaflet Laik Higiene Sanitasi Jasaboga)

Tahapan
    1. Pemilik jasaboga mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan melampirkan persyaratan administratif. Dalam hal jasaboga akan menyajikan hasil olahan makanan di wilayah pelabuhan, bandar udara, pos pemeriksaan lintas batas, harus memperoleh rekomendasi dari Kepala Kesehatan Pelabuhan (KKP).
    2. Setelah menerima permohonan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Kepala KKP menetapkan Tim Pemeriksa Uji Kelaikan Jasaboga
    3. Tim Pemeriksa melakukan kunjungan dan pemeriksaan untuk menilai kelaikan persyaratan bangunan, peralatan, ketenagaan, dan bahan makanan baik fisik, kimia, maupun bakteriologis dan seluruh rangkaian proses produksi makanan
    4. Pemeriksaan terhadap bahan makanan dilakukan melalui uji laboratorium terhadap sampel makanan di laboratorium yang memiliki kemampuan
    5. Tim Pemeriksa melaporkan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Kepala KKP yang telah menugaskannya dalam berita acara kelaikan fisik, berita acara pemeriksaan sampel makanan, dan surat rekomendasi laik higiene sanitasi
    6. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Jasaboga dapat dikeluarkan setelah pemohon dinyatakan telah memenuhi persyaratan oleh Tim Pemeriksa

    (Sumber: PMK No.1096/2011 Psl. 11 dan http://dinkes.bandung.go.id/)

Biaya

Tidak ada retribusi atau gratis.

Namun pemohon perlu menanggung sendiri biaya pengujian sampel air atau bahan baku di laboratorium.

Biaya untuk pengujian laboratorium ini beragam, tergantung laboratoriumnya dan jumlah bahan yang perlu diuji.

Daftar biaya pemeriksaan laboratorium. Unduh disini

Catatan Penting

Masa Berlaku

3 tahun, dan dapat diperpanjang.


Subjek Perizinan

Sertifikasi ini dapat diajukan oleh semua jenis pelaku usaha yang bergerak dibidang jasaboga, baik berupa perseorangan maupun badan yang tidak berbadan hukum (seperti CV/Firma), maupun yang berbadan hukum (seperti PT atau Koperasi).


Catatan Penting

  • Pelaksanaan kursus sanitasi makanan untuk usaha jasaboga sepenuhnya ditanggung oleh APBD, oleh karena itu tidak dikenakan biaya apa pun. Kursus diselenggarakan jika pendaftar sudah memenuhi kuota tertentu, oleh karena itu pemohon sebaiknya pro-aktif dalam mendaftar dan mencari tahu mengenai jadwal pelaksanaan kursus tersebut.
  • Pemohon dapat pula menginisiasi kursus secara swadaya melalui asosiasi – yaitu Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) – selama mengundang narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Bandung. Sertifikat pelatihan/kursus sanitasi makanan bagi pemilik usaha, penanggungjawab/pengelola usaha jasaboga, dan tenaga penjamah makanan (minimal 1 orang) adalah persyaratan untuk mendapatkan sertifikat laik hygiene sanitasi, jadi sebaiknya pelaku usaha memprioritaskan untuk mengikuti kursus tersebut.
  • Prosedur pemeriksaan sanitasi dibedakan berdasarkan golongan usaha jasaboga. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1096/2011, usaha jasaboga dibagi menjadi 3 golongan, yaitu Golongan A yang melayani kebutuhan masyarakat umum; Golongan B yang melayani masyarakat khusus seperti masyarakat yang berkegiatan di asrama haji, asrama transit, pengeboran lepas pantai, gedung perkantoran, dsb; dan Golongan C yang melayani kebutuhan perusahaan angkutan umum internasional dan pesawat udara. Untuk golongan A, terdapat 3 sub-golongan, yaitu A1 yang mengolah makanan menggunakan dapur rumah tangga dan dikelola oleh keluarga; A2 yang menggunakan dapur rumah tangga dan mempekerjakan tenaga kerja; dan A3 yang menggunakan dapur khusus dan mempekerjakan tenaga kerja. Informasi lebih lengkap mengenai penggolongan ini dapat diunduh disini.


Dokumen Terkait

  1. Contoh sertifikat laik higiene sanitasi jasaboga. Unduh disini
  2. Contoh sertifikat kursus pengusaha/penanggung jawab jasaboga. Unduh disini
  3. Contoh sertifikat kursus penajamah makanan. Unduh disini
  4. Formulir pengambilan/pengiriman sampel makanan dan specimen jasaboga. Unduh disini
  5. Formulir pendataan jasaboga. Unduh disini
  6. Pedoman Penggolongan Jasaboga. Unduh disini
  7. Pedoman Persyaratan teknis higiene dan sanitasi. Unduh disini
  8. Pedoman cara pengolahan makanan yang baik. Unduh disini
  9. Pedoman kursus sanitasi makanan. Unduh disini
  10. Pedoman pembinaan dan pengawasan. Unduh disini
Dokumen Referensi

Dasar Hukum

  1. Peraturan Menteri Kesehatan No.1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga. Unduh disini

Dinas Kesehatan

Kota Bandung
Tempat Pelayanan

Dinas Kesehatan

Kontak:

Jl. Supratman No. 73 Kota Bandung

Telp: 022 - 7202210 / 022 - 4203752

E-mail: [email protected]

Website: http://dinkes.bandung.go.id/

Peta lokasi: https://goo.gl/maps/ogbRPDdgFE22

Lama Pengurusan

7 - 10 hari kerja (setelah berkas permohonan dinyatakan lengkap dan benar serta tidak termasuk pemeriksaan laboratorium)

Inspeksi

Ada inspeksi

  1. Formulir uji kelaikan fisik untuk higiene sanitasi makanan jasaboga. Unduh disini
  2. Format berita acara kelaikan fisik. Unduh disini
  3. Format berita acara penelitian pemeriksaan sampel/specimen. Unduh disini