UKM Indonesia

​Marketing Campaign: Seberapa Efektif Meningkatkan Penjualan?


3d social media digital marketing megpahone with blue background Premium Photo

Sumber: Freepik

“Yuk, sikat gigi pagi dan malam untuk menjaga kesehatan gigi.”

Ketika membaca kalimat tersebut, brand produk apa yang terlintas di pikiran kita? Yes, Pepsodent. Brand tersebut memang secara konsisten mengkampanyekan kebiasaan sikat gigi pagi dan malam ke para konsumen dengan cara yang edukatif.

Walaupun anjuran menyikat gigi pagi dan malam merupakan anjuran kesehatan secara umum, namun kalimat tersebut sudah secara kuat melekat dengan brand Pepsodent. Membuat suatu pesan melekat di benak konsumen merupakan tujuan dari marketing campaign yang dilakukan Pepsodent sehingga ketika konsumen menyikat gigi pagi dan malam, maka akan teringat produk Pepsodent. Dengan begitu preferensi konsumen memilih brand Pepsodent semakin kuat dan mendorong penjualan lebih tinggi.

Baca Juga: Content Marketing, Apa itu?

Mari kenali lebih dalam tentang marketing campaign pada artikel ini, terutama bagaimana melakukan marketing campaign dan tips melakukannya agar hasilnya efektif.


Mengenal Marketing Campaign

Marketing Campaign merupakan suatu tindakan yang terorganisir dan terencana yang sengaja dibuat untuk mencapai tujuan tertentu seperti meningkatkan kesadaran akan suatu produk. Umumnya suatu perusahaan melakukan marketing campaign untuk mengenalkan suatu produk baru dan meningkatkan nilai penjualan terhadap produk yang sudah ada.

Sebenarnya yang melakukan marketing campaign tidak hanya perusahaan, para politisi pun melakukan marketing campaign saat sedang mengenalkan profil mereka kepada calon pemilih. Konsep marketing campaign juga dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat atau Non-Government Organization untuk membangun kesadaran masayarakat akan suatu isu yang dianggap serius.

Baca Juga: Menentukan Strategi Pemasaran di Media Sosial Melalui Audit Performa Akun


Manfaat Marketing Campaign

Marketing campaign memiliki manfaat antara lain:

1. Membangun Image Suatu Produk

Memberi ciri khas tertentu pada suatu produk merupakan salah satu manfaat dari marketing campaign. Tujuan dari marketing campaign yaitu menguatkan kesan suatu produk di benak konsumen sehingga proses marketing campaign juga erat kaitannya dengan strategi branding.

Agar marketing campaign yang dilakukan efektif, suatu produk harus memiliki konsep brand terlebih dahulu. Untuk mengetahui atribut brand yang akan digunakan, silakan melihat artikel Tips Memilih Atribut Brand pada tautan tersebut.

Baca Juga: Roa Judes, Menduniakan Sambal Khas Manado

Brand produk yang digunakan dalam marketing campaign seperti logo, tagline, warna, dan sebagainya sangat mmepengaruhi terbangunnya image suatu produk di benak konsumen.

2. Meningkatkan Brand Image Produk

Selain membangun image suatu produk baru, marketing campaign juga bisa meningkatkan brand image produk yang sudah ada di pasaran. Jika pemilik usaha berpikir produknya terasa kurang menarik karena dinilai kemasannya perlu dibenahi atau imagenya kurang kuat di pasaran karena semakin meningkatnya kompetisi dengan produk lain, maka marketing campaign perlu dilakukan sebagai upaya untuk me-rebranding produk dengan citra yang baru.

Marketing campaign juga dilakukan untuk menguatkan kesan suatu brand di benak konsumen, salah satunya dilakukan dengan iklan dan tagline yang disampaikan berulang-ulang.

Baca Juga: Inilah Platform E-Commerce yang Mendorong Omset UKM

3. Mengurangi Dampak Berita Negatif yang Tersebar di Publik

Kadang kala image perusahaan diterpa isu negatif yang memberikan persepsi buruk perusahaan di benak konsumen. Dampaknya dapat menurunkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan dan produk sehingga berdampak negatif bagi penjualan produk di kemudian hari. Jika persepsi negatif masyarakat dibiarkan berlanjut, tentu dampak negatifnya bisa berdampkan terhadap perkembangan perusahaan dalam jangka panjang.

Marketing campaign dapat dilakukan untuk mengoreksi image negatif perusahaan tersebut. Setelah memperbaiki dan mengatasi isu negatif yang menerpanya, perusahaan dapat melakukan marketing campaign untuk mengembalikan citra positifnya di mata masyarakat.

Baca Juga: Potensi Ekspor Produk Teh


Tips Melakukan Marketing Campaign

Sebenarnya ada banyak cara untuk melakukan marketing campaign bagi suatu produk. Secara umum ada empat tahap yang perlu dilakukan untuk melakukan marketing campaign, yaitu:

1. Melakukan Riset Pasar dan Isu yang Berkembang di Masyarakat

Sebagai tahap awal, hal pertama yang wajib kita lakukan adalah memiliki informasi yang lengkap mengenai kondisi pasar, target konsumen, dan isu yang terkait dengan produk kita. Riset pasar dan isu yang berkembang di masyarakat membantu kita menentukan tujuan dan pesan yang ingin kita kita sampaikan kepada masyarakat.

Pepsodent mengkampanyekan ajakan gosok gigi dan malam bukan tanpa alasan. Brand produk tersebut sudah melakukan riset sebelumnya tentang isu kesehatan gigi dan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menyikat gigi.

Riset pasar juga bermanfaat bagi perusahaan yang sedang dalam tahap mengembangkan suatu produk baru atau mencari ide inovasi varian produk baru. Mendesain strategi dan rencana Marketing campaign bisa dilakukan bersama dengan proses itu.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan B2B dan B2C

2. Menyesuaikan Dengan Isu dan Kesempatan yang Ada

Salah satu manfaat melakukan riset pasar dan mempelajari isu yang tengah berkembang adalah untuk mengetahui ke arah mana perhatian masyarakat tertuju dan kesempatan yang tersedia. Marketing campaign harus disesuaikan dengan persepsi konsumen dan kesempatan yang ada di luar lingkungan perusahaan.

Perusahaan harus sensitif terhadap isu yang tengah berkembang di masyarakat. Sebab, jika perusahaan mengangkat isu yang kontroversial, ini malah akan berdampak negatif bagi perusahaan dan produk yang dipasarkan.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Google Adsense?

3. Produk Siap Dipasarkan

Produk adalah syarat utama yang harus ada sebelum melakukan campaign. Produk yang ditawarkan harus sudah matang dan siap dipasarkan, bukan produk yang masih dalam tahap pengembangan. Proses marketing menonjolkan pada kelebihan-kelebihan produk sehingga kita harus memastikan produk yang ditawarkan kepada konsumen kegunaannya sesuai dengan deskripsi.

4. Membuat Campaign Plan

Langkah berikutnya dari rangkaian ini adalah membuat campaign plan atau rencana kampanye yang akan dilakukan. Ketika membuat rencana, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu: apa isu yang akan disampaikan, berapa anggaran yang disediakan, media pemasaran apa yang akan digunakan, kapan pelaksanaan kegiatannya, bagaimana cara melaksanakannya, dan target apa yang akan dicapai.

Dalam membuat rencana pemasaran, ada enam hal yang perlu diperhatikan yang dalam pemasaran disebut 6P meliputi: product (produk), packaging (kemasan), proposition (nilai/kegunaan), promotion (metode dan media promosi), place (tempat), price (harga).

Baca Juga: Apa itu Guerilla Marketing?


Tahap Melakukan Brand Campaign

Dalam melakukan marketing campaign, ada tiga tahapan yang umumnya harus dilaksanakan, meliputi:

  1. Gain Awareness atau tahap membangun kesadaran akan produk barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Proses ini dilaksanakan dengan menggunakan berbagai media promosi seperti iklan dan influencer. Media promosi yang digunakan dapat disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan. Saat ini ada banyak media iklan yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk membangun awareness konsumen, ada media cetak, penyiaran, dan online.
  2. Build Engagement atau tahap membangun koneksi dengan konsumen. Jika sudah banyak orang yang mengetahui produk kita, selanjutnya bangunlah engagement supaya konsumen terus mengingat dan mencari produk kita saat mereka membutuhkannya. Proses ini dilakukan misalnya dengan cara memberikan diskon khusus, menawarkan program keanggotaan (membership), mengirimkan parsel dan kartu ucapan untuk pelanggan setia, dan sebagainya.
    Proses membangun engagement juga bisa dilakukan perusahaan melalui media sosial seperti dengan menyapa follower, membuat kuis dan tantangan, dan mengajukan pertanyaan.
  3. Create Conversion atau mendorong konsumen untuk membeli. Setelah tahap engagement sudah dilakukan, kita dapat mendorong konsumen membeli produk dengan menyediakan insentif khusus, misalnya dengan promo, diskon, dan sebagainya.

Baca Juga: Cerita Inspirasi Koperasi Inka Bantul

Campaign marketing merupakan strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan untuk mengenalkan dan meningkatkan kesadaran produk terhadap konsumen. Metode ini dapat digunakan perusahaan untuk mengenalkan produk baru maupun meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk yang sudah lama ada di pasaran. Strategi ini bisa diterapkan secara fleksibel sehingga bisa menggunakan media pemasaran apapun sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki perusahaan.

Sahabat Wirausaha, apakah tertarik menerapkan campaign marketing dalam berbisnis? Semoga tips ini bermanfaat ya.

Sukai postingan ini:
KOMENTAR
Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: