Sahabat Wirausaha kita telah berada pada era modern. Era modern yang terjadi merupakan bagian dari proses global. Globalisasi yang semakin kuat memberi dampak terjadinya perubahan yang dapat mempengaruhi perilaku individu.

Sahabat wirausaha haruslah memiliki mindset yang baik untuk bertahan pada era kompetitif saat ini. Nah, mari kita simak sedikit yuk salah satu gaya berpikir atau global mindset yang sangat berguna, apalagi untuk bisnis!

Baca Juga: Strategi Komunikasi Efektif Menjangkau Peluang Pasar Global


Apa Itu Mindset Go Global?

Jadi perlu Sahabat Wirausaha pahami bahwa global Mindset dapat diartikan sebuah kemampuan berpikir secara luas dan beradaptasi dalam menyerap informasi dari berbagai belahan dunia dan mampu menghubungkan semuanya untuk perkembangan diri yang berdampak pada sekitar.

Global mindset merupakan kemampuan untuk mengembangkan dan menggunakan keahlian strategi global, kemampuan mengelola perubahan dan transisi serta merupakan suatu hal yang dapat dipelajari, dibangun dan diberdayakan.

Global mindset akan mengarahkan Sahabat wirausaha pada perilaku memiliki kepekaan akan adanya perubahan. Hal ini akan memicu kesadaran diri Sahabat Wirausaha untuk mau berubah ketika berada dalam tantangan.

Sebenarnya, kenapa sih suatu perusahaan atau usaha harus memiliki mindset go global?

Sahabat Wirausaha, pentingnya pola pikir global bukan tentang mampu melakukan semua hal, tetapi lebih untuk memahami kompleksitas dan nuansa lingkungan global serta pertukaran dan peluang ketika tersedia.

Baca Juga: Mengenal Ragam Standar Global Produk Ekspor

Nah.. manfaat utama dari pola pikir global adalah kemampuan perusahaan untuk menggabungkan kecepatan dengan respon yang akurat. Pola pikir global ini dapat membawa manfaat yang terwujud dalam satu atau lebih keunggulan kompetitif. Coba Sahabat Wirausaha renungkan, apakah Sahabat wirausaha telah memiliki mindset go global?


Apa Saja yang Termasuk Dalam Mindset Go Global?

Ini nih.. Sahabat Wirausha perlu tanamkan kompetensi going global. Yang terdiri dari tiga golongan besar yaitu pertama intellectual capital yang berupa kompleksitas kognitif, pemahaman bisnis secara global dan wawasan cosmopolitan.

Kedua, psychological capital yang diwarnai dengan passion pada keberagaman, keinginan untuk eksplorasi, dan kepercayaan diri.. Dan yang terakhir adalah social capital yang terdiri atas empati antar budaya, impact interpersonal, dan diplomasi.

Semua ini memang terdapat dalam seluruh individu, namun strategi dan kebijakan setiap perusahaan pun juga harus mendukung karena dapat berpengaruh dalam suasana di seluruh tempat kerja. Ketika suatu perusahaan memutuskan untuk melakukan globalisasi dan berpindah beberapa bagian ke negara lain, masih banyak karyawan yang mengundurkan diri dengan alasan tidak siap.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu memiliki solusi untuk mengatasi kejadian semacam ini. Perusahaan yang dapat mengakomodasi upaya globalisasi namun tetap memperhatikan detail kehidupan domestic karyawannya yang akan bertahan sebagai perusahaan global.

Baca Juga: Meningkatkan Daya Saing Ekspor Dengan Mengkomunikasikan Prinsip ‘Sustainability’


Bagaimana Cara Membangun Mindset Go Global?

Mungkin Sahabat Wirausaha bertanya-tanya, gimana sih cara membangun Mindset Go Global? Nah… berikut lima cara yang dapat digunakan untuk membangun mindset go global. Yuk disimak dan jangan lupa dipraktekkan ya Sahabat Wirausaha!

1. Kenali nilai dan bias budaya sendiri

Dengan Sahabat Wirausaha menilai budaya sendiri, Sahabat Wirausaha tidak hanya mengenal diri sendiri tetapi juga melihat bagaimana kita dapat membandingkan dengan budaya lain. Seperti gaya dan hierarki komunikasi dengan budaya lain.

Langkah ini sangat membantu jika Sahabat Wirausaha akan memulai proyek global atau melakukan perjalanan bisnis ke negara baru atau bahkan saat Sahabat Wirausaha berinteraksi dengan beragam rekan kerja di kantor sendiri. Mengembangkan kesadaran diri yang kuat telah terbukti menumbuhkan perspektif yang tidak menghakimi tentang perbedaan, yang sangat penting untuk mengembangkan pola pikir global.

Baca Juga: Menembus Pasar Global Melalui Pemberdayaan Potensi Lokal Ala Salam Rancage

2. Kenali ciri-ciri kepribadian sendiri

Ada lima ciri khusus yang memengaruhi kemampuan Sahabat Wirausaha untuk berinteraksi secara efektif dengan budaya yang berbeda yaitu keterbukaan, fleksibilitas, ketangkasan sosial, kesadaran emosional, dan rasa ingin tahu. Sahabat Wirausaha harus menanyakan kepada diri sendiri seberapa terbuka Sahabat Wirausaha terhadap berbagai cara mengelola tim.

Sementara ciri-ciri tersebut semuanya penting, rasa ingin tahu merupakan ciri yang sangat penting, karena kita semua dapat menemukan cara mudah untuk menjadi lebih ingin tahu, dan rasa ingin tahu inilah yang membuat kita bertanya, yang mengarah pada wawasan yang kita butuhkan untuk memahami keanehan pekerjaan global.

Baca Juga: Potensi Ekspor Makanan Olahan Kemasan Dari Indonesia

3. Mempelajari tempat kerja dan ekspektasi bisnis dari negara dan pasar yang relevan

Selain memperhatikan diri sendiri, Sahabat Wirausaha juga harus belajar tentang kebiasaan tempat kerja yang khas, harapan, dan praktik terbaik di negara dan budaya lain. Meskipun Sahabat Wirausaha tidak dapat mengetahui segalanya tentang setiap budaya, Sahabat Wirausaha tentu saja dapat mengakses wawasan sesuai permintaan tentang cara melakukan bisnis secara efektif dari berbagai sumber online dan platform pembelajaran digital.

4. Membangun hubungan antar budaya yang kuat

Sama seperti ketika Sahabat Wirausaha mempelajari bahasa kedua, akan sangat membantu jika Sahabat Wirausaha melibatkan diri dengan orang-orang dari belahan dunia lain untuk mengembangkan pola pikir global. Hubungan ini memfasilitasi pembelajaran yang berharga tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak.

Baca Juga: Menembus Pasar Global Melalui Pemberdayaan Potensi Lokal Ala Salam Rancage

Kemampuan untuk membentuk hubungan lintas budaya tidak diberikan, tetapi semakin positif hubungan antar budaya yang kita kembangkan, semakin banyak kenyamanan yang Sahabat Wirausaha miliki dengan gaya kerja yang beragam.

5. Mengembangkan strategi pribadi untuk menyesuaikan gaya budaya yang berbeda

Setelah Sahabat Wirausaha memahami preferensi budaya Sahabat Wirausaha sendiri, mengetahui cara membaca isyarat budaya, dan telah belajar tentang budaya yang akan Sahabat Wirausaha tangani, Sahabat Wirausaha dapat merencanakan bagaimana Sahabat Wirausaha dapat menyesuaikan strategi dengan cara kita sendiri.

Demikian penjelasan mengenai pentingnya mindset go global ya Sahabat Wirausaha..! Harapannya artikel ini dapat membantu para pengusaha terutama UMKM untuk bisa menembus pasar global. Pasti bisa yok… Go Global!

Baca Juga: Potensi Ekspor Minyak Atsiri Indonesia

Baca Juga: Potensi Ekspor Rempah-Rempah di Pasar Eropa

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

Nurwinda. 2021. “Peran Cognitive Style dan Global Mindset Terhadap Kontrol Diri dan Manajemen Keuangan Pribadi Para Pelanggan Pusat Perbelanjaan Modern di Makassar”. Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, hlm. 1-137.

Kunto, A. A. (1999). Remaja tentang Hedonisme: Kecil Bahagia, Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga. Yogyakarta: PT. Kanisius.

Sina, P. G. (2013). Pengaruh Cognitive Style Dan Global Mindset Terhadap Manajemen Keuangan Pribadi Dan Pengaruh Manajemen Keuangan Pribadi Terhadap Intensi Berwirausaha. Jurnal Manajemen Teori Dan Terapan| Journal of Theory and Applied Management, 6(1).

https://klasika.kompas.id/baca/global-mindset/

https://www.kompasiana.com/briggitachristie9660/60...