Memasuki era perdagangan digital, tentu semakin banyak hal-hal yang menjadi permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku bisnis UKM tersebut. Tak jarang pula pelaku UKM akhirnya gagal dan terpaksa gulung tikar.

Salah satu penyebab terjadinya hal ini, tak lain adalah lemahnya kinerja tim dan rendahnya budaya inovasi di dalam perusahaan. Nah, apa itu budaya inovasi? Dan bagaimana caranya menumbuhkan hal tersebut dalam kinerja tim kita? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Baca Juga: Membangun Tim Dengan Budaya Inovasi


Apa Itu Inovasi?

Inovasi tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan berbisnis karena inovasi merupakan roh atau jiwa dalam sebuah perusahaan untuk berkembang. Inovasi tidak hanya dapat dilakukan oleh perusahaan besar, melainkan perusahaan kecil pun perlu untuk melakukan inovasi demi keberlangsungan usahanya.

Kesuksesan inovasi yang tercipta salah satunya adalah karena adanya kerjasama tim yang kuat di seluruh disiplin ilmu, unit bisnis, dan fungsi departemen. Hal ini didukung oleh pendapat Rasmussen bahwa keberhasilan perusahaan-perusahaan yang mendapat julukan ‘paling inovatif’ ini sangat bergantung pada pengorganisasian dan didorong oleh upaya kerjasama tim yang kuat dan adanya kesamaan misi bersama.

Baca Juga: Inovasi Radikal


Bagaimana Cara Membangun Budaya Inovasi?

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangun budaya inovasi yang dapat Sahabat Wirausaha lakukan adalah sebagai berikut:

1. Meminta manajemen untuk memberikan dukungan penuh dalam menyelenggarakan kompetisi

Sahabat wirausaha dapat membuat sebuah pertandingan atau kontes untuk mengembangkan ide-ide yang baru terkait inovasi produk atau bisnis. Setiap peserta yang masuk dalam perempat final, semifinal, serta grand final mendapatkan kata-kata ‘penyemangat’ dari pihak manajemen.

Selain itu, semua tim yang menyelesaikan proyek mereka dalam kompetisi tersebut, mendapatkan sebuah penghargaan yang tercatat dalam profil masing-masing. Para pemimpin tim yang berhasil memenangkan kompetisi tersebut juga sering mendapat promosi jabatan.

Contoh : PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/ IPC menggelar ajang adu ide dan kreativitas lewat kompetisi INNOCEN (Innovation Excellence). Ajang kompetisi ini adalah upaya IPC mengoptimalkan potensi karyawan agar bisa menjadi aktor utama perubahan positif baik bagi perusahaan maupun industri kepelabuhanan di Indonesia.

Baca Juga: Menciptakan Keunggulan Unik Produk dan Menceritakannya

2. Membuat kompetisi mempresentasikan ide-ide baru yang dimiliki tiap kelompok

Sahabat Wirausaha juga dapat menyelenggarakan sebuah kompetisi di mana karyawan memberikan ide-ide baru untuk produk, teknologi, dan tantangan bisnis yang harus dipresentasikan ke dalam 5 slide dalam waktu 5 menit. Hal ini akan membuat tim untuk fokus pada kasus bisnis yang ada dan ide unik apa yang mereka sajikan dalam presentasi tersebut.

3. Menetapkan tujuan tim dengan jelas

Sebuah tim yang hebat harus memiliki tujuan besar yang jelas. Ini berfungsi untuk menyelaraskan setiap anggota sehingga masing-masing memiliki bagian yang sama dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan memiliki kesamaan tanggung jawab dalam peran masing-masing, kita bisa memberikan kesempatan untuk setiap anggota tim menggabungkan ide-ide dan membawa pandangan baru yang menciptakan sebuah kreativitas.

Baca Juga: Cara Mendorong Kreativitas Dalam Berbisnis

4. Memberikan pengakuan dan penghargaan atas inovasi

Mempromosikan inovasi dan gagasan harus ada di setiap jiwa seorang pemimpin, untuk itu setiap karyawan harus didorong melakukan inovasi yang dapat membantu tugas mereka sehari-hari. Setiap gagasan atau inovasi harus mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari pimpinan, dalam bentuk hadiah ataupun kompensasi tertentu.

5. Menciptakan kreativitas melalui kerjasama

Vijay Govindarajan menyebutkan bahwa kreativitas dan inovasi dapat dilakukan dalam bentuk kerjasama ataupun akuisisi sebuah bidang usaha, seperti yang dilakukan ketika perusahaan animasi Pixar diakuisisi oleh Disney yang kemudian menimbulkan semangat baru pada tim dari Disney dalam berkreativitas.

6. Meluangkan waktu untuk inovasi

Pada tahun 1948, 3M meluncurkan 15 Percent Program yang menganjurkan kepada setiap karyawan guna menyediakan 15 persen dari waktunya untuk menciptakan inovasi. Hasilnya mereka berhasil menciptakan konsep Post-It Note yang terkenal. Hal ini kemudian juga diikuti oleh Hewlett-Packard dan Google, yang akhirnya berhasil menciptakan produk Google Earth dan konsep Gmail.

Baca Juga: Menciptakan Keunggulan Unik Produk dan Menceritakannya

7. Meningkatkan komunikasi

Seorang pemimpin biasanya melakukan komunikasi dengan cara berdebat dan berdiskusi, namun demikian kedua kata kerja ini memiliki arti negatif. Untuk menghindarinya pemimpin ataupun atasan bisa mempergunakan pendekatan yang lebih fleksibel, misalnya dengan mengadakan dialog atau komunikasi dua arah.

Untuk itu, sebagai pemimpin, kita harus bisa memfasilitasinya agar ide dan inovasi dapat terus berkembang dengan baik. Terkadang seorang atasan lebih mementingkan statusnya sebagai pemimpin yang memiliki kekuasaan atas segala hal di kantor, ini kemudian dapat membuat banyak ide dan inovasi yang ada menjadi terhambat.

Inovasi dan ide baru akan dapat berkembang ketika kita memiliki rasa keingintahuan yang besar dan bebas mengutarakan semua gagasan dan pemikiran yang kita miliki. Untuk itu pemimpin harus bisa melihat proses dialog ini sebagai upaya menumbuhkan inovasi, dengan cara memberikan dukungan kepada mereka.

Baca Juga: 10 Tipe Inovasi Bisnis yang Perlu Dilakukan

8. Jangan berasumsi atau berprasangka buruk

Pemimpin yang baik harus belajar untuk menahan diri, dalam mengolah informasi dan memberikan penilaian atas dasar interpretasi mereka sendiri. Penilaian yang prematur ataupun prasangka buruk akan dapat membuat proses inovasi mengalami kemacetan.

Chris Argyris’ dalam bukunya Ladder of Inference dan Edward do Bono’s Six di Thinking Hats menyebutkan bahwa menghindari prasangka buruk dan selalu bersikap terbuka, merupakan kunci dalam menumbuhkan inovasi.

9. Selalu mendengarkan

Pemimpin yang mau mendengarkan aspirasi dari karyawannya, dapat mendorong mereka untuk lebih aktif dalam berinovasi. Karena dengan meluangkan waktu yang lebih banyak untuk mendengarkan mereka, maka karyawan akan merasa lebih dihargai. Akibatnya mereka akan merasa nyaman dalam menumbuhkan ide dan gagasan secara bebas.

Baca Juga: 8 Jenis Inovasi yang Efektif Untuk Menaikkan Skala UMKM

Demikian pula sebaliknya, apabila pemimpin selalu merespon negatif ataupun menginterupsi setiap gagasan yang disampaikan. Maka hal tersebut akan membuat proses kreativitas mereka menjadi terhambat. Sehingga daripada banyak memberikan komentarnya, lebih baik seorang pemimpin menjadi pendengar yang baik.

10. Menghilangkan sistem birokrasi yang tidak perlu

Birokrasi menghambat terciptanya inovasi dalam dua hal. Pertama, birokrasi menciptakan jeda waktu yang lama dan ketentuan kelembagaan yang memperlambat tim untuk sampai ke titik inovasi yang paling relevan. Ini juga membuat para inovator mengalami kebuntuan. Seorang pemimpin yang hebat bisa menghilangkan sistem birokrasi lambat seperti ini dan lebih menunjang percobaan yang rutin dan berkelanjutan.

11. Membangun tim yang efektif

Tim yang memiliki performa sangat baik menjadi dambaan setiap perusahaan untuk mencapai kesuksesan. Terdapat berbagai syarat penting untuk mencapai tahap itu. Beberapa diantaranya, ketergantungan antara anggota tim, struktur efektif, dan tujuan yang jelas. Suatu tim perlu menciptakan rasa aman secara psikologis dimana komunikasi dilakukan secara terbuka dan jujur untuk mencapai keberhasilan.

Baca Juga: Lima Alasan Kenapa Budaya Inovasi Penting Bagi UMKM

12. Mengapresiasi kegagalan

Salah satu hal yang berpengaruh untuk membangun kreativitas dan inovasi dari karyawan adalah pengakuan. Setiap orang ingin diakui dan dihargai atas ide serta inisiatif mereka. Beberapa orang tidak mau mengungkapkan ide karena takut gagal dan tidak sesuai keinginan. Cobalah untuk menunjukan sikap toleransi, menerima, dan tetap memberikan penghargaan pada kegagalan tersebut.


Masalah Ketika Membangun Inovasi

Sahabat wirausaha mungkin akan menemui masalah saat berupaya membangun tim dengan budaya inovasi, diantaranya adalah kurangnya struktur inovasi, adanya perlawanan dari manajemen perusahaan, adanya kekurangan sumber daya, dan terbatasnya kolaborasi. Namun harus Sahabat Wirausaha tekankan bahwa masalah harus dihadapi maka kita akan semakin dewasa dan profesional di dunia bisnis.

Baca Juga: Inovasi dari Rendang Kemasan Hingga Padang Rice Bowl

Demikian beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membangun sebuah tim yang efektif dan budaya inovasi di dalamnya dimana budaya inovasi ini dapat sangat membantu Sahabat wirausaha dalam mengembangkan bisnis. Semoga artikel ini dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan. Tetap semangat untuk membangun bisnisnya, ya!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. https://medium.com/suar/7-cara-untuk-mendorong-bud...
  2. https://listyapratiwi.com/membangun-budaya-inovasi...
  3. https://www.studilmu.com/blogs/details/7-cara-menc...
  4. http://shiftindonesia.com/3-cara-membangun-budaya-...
  5. https://media.neliti.com/media/publications/131552...
  6. https://linkumkm.id/news/detail/11161/5-tips-untuk...
  7. http://www.intipesan.com/enam-cara-membentuk-buday...