Strategi Branding – Dalam era persaingan bisnis saat ini, branding menjadi kunci kesuksesan yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi UMKM yang ingin tumbuh dan berkembang. Dengan branding yang kuat, UMKM dapat membedakan diri dari pesaing, memberikan nilai tambah, membuat produk lebih mudah diingat karena mudah diingat bisa menjadi pilihan utama dan mendapatkan ceruk pasar yang semakin besar dibandingkan produk atau jasa sejenisnya. Sebaliknya, tanpa brand yang kuat, produk UMKM hanya akan menjadi satu dari sekian banyak produk serupa yang ada di pasaran.

Dalam artikel ini, Sahabat Wirausaha dapat memahami dengan lengkap mengenai branding, mulai dari pengertian, jenis-jenis branding, serta cara membangun branding. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!


Mengenal Strategi Branding

Menurut American Marketing Association, Brand adalah "nama, istilah, desain, simbol, atau fitur lain yang mengidentifikasi produk atau layanan penjual tertentu sebagai berbeda dari produk atau layanan penjual lainnya".

Baca Juga: Strategi Branding

Produk dan layanan yang tidak memiliki brand dianggap sebagai barang biasa seperti tepung, sabun, bir, atau layanan perbankan. Namun, brand membedakan produk dan layanan dari barang biasa dan mencakup makna, perasaan, pandangan, keyakinan, dan reputasi yang terkait dengan tanda khusus pada produk atau layanan tertentu.

Branding juga merujuk pada praktik pemasaran, periklanan, dan manajemen yang bertujuan untuk mengembangkan, membangun, dan mempertahankan karakteristik, sifat, hubungan, dan identitas brand tertentu.

ter beberapa jenis brand berdasarkan Iversen & Hem, diantaranya:

  1. Umbrella Brands: dimana sebuah brand menjadi “payung” dari beragam produk yang kurang lebih berkaitan dalam aspek tertentu, misalnya “LG”, “Samsung”, dan sebagainya yang meng-cover beragam produk dari telepon seluler, televisi, mesin, dan seterusnya, sebagai contoh lain, terdapat “Rans Entertainment” pada gambar;

Infografik_Raffi Ahmad Menebar Jejaring Bisnis RANS

Sumber: katadata

  1. Manufacturer Brands : brand yang dimiliki oleh produsen atau pabrik tertentu seperti “Nestle”;
  2. Distributor Brands : brand yang dimiliki oleh jaringan distributor seperti “Amazon”, “Olx”, “Lazada”, dan sebagainya;
  3. Generic, Regional atau Place brands: brand yang diberikan kepada sebuah produk berdasarkan identitas dan reputasi territorial atau berdasarkan atribut karakteristik yang khas atau asli secara geografis.

Elemen Dari Brand

Sahabat Wirausaha dapat pilih 2-5 elemen eksekusi yang unik untuk menciptakan eksekusi brand bagi audiens prioritas. Hindari elemen yang terkait dengan brand lain. Pertimbangkan elemen seperti pola atau suara untuk membedakan kita dan pastikan sesuai dengan kebutuhan audiens dan kepribadian brand. Selalu tanyakan pada diri sendiri, Apakah ini akan membuat audiens mengenali brand kita? (polanya, logo, bahasa, suara/musik, aroma, rasa, warna, font, bentuk, dan simbol)

Baca Juga: “No Brand” Branding

Sumber: thecompassforsbc

Elemen yang dipillih harus cocok dengan positioning, kepribadian, dan keputusan strategis lainnya, serta memenuhi kebutuhan audiens prioritas. Pilih elemen eksekusi seperti musik harus dipertimbangkan jenis dan genre musik yang mewakili brand. Selain itu, disarankan bagi Sahabat Wirausaha untuk mendaftarkan brand tersebut ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).


5 Tips Strategi Branding Bermanfaat Bagi UMKM

Berikut adalah beberapa tips strategi branding yang bermanfaat untuk memajukan bisnis:

1. Emotional Branding

Sumber: youtube

Emotional branding bertujuan untuk menciptakan hubungan emosional yang langgeng antara pelanggan dan merek. Ikatan emosional ini memungkinkan kita membangun kepercayaan dan loyalitas di antara basis pelanggan kita, meningkatkan jangkauan dan nilai merek kita.

Cara terbaik untuk menarik pelanggan “bukan melalui logika”, tetapi “melalui emosi”. Kita seringkali memutuskan untuk membeli sesuatu secara emosional tanpa menyadarinya. Merek yang membuat kita merasa terhubung secara emosional menciptakan kepercayaan dan loyalitas yang kuat. Desain, warna, moralitas, komitmen politik, dan iklan yang memancing emosi juga berperan dalam membangun merek yang kuat.

Baca Juga: Bagaimana UMKM Menerapkan Target Penjualan?

Melalui penelitian yang mendalam tentang cara memasarkan dengan efektif kepada konsumen, ditemukan sejumlah statistik yang kuat yang dapat membantu pemasar mencapai target audiens mereka:

  • Sekitar 90% keputusan pembelian dibuat secara tidak sadar.
  • Manusia memproses visual sekitar 60.000 kali lebih cepat daripada teks.
  • Sekitar 50% pengalaman merek didasarkan pada emosi.

Misalnya: Nike yang menonjol adalah "Just Do It" campaign, di mana mereka menggambarkan atlet-atlet yang menghadapi kesulitan, tetapi tetap gigih dan berjuang demi mencapai tujuan mereka. Iklan ini tidak hanya mempromosikan produk Nike, tetapi juga menginspirasi penonton untuk mencapai potensi terbaik mereka dalam hidup.

Sahabat wirausaha, mari kita mulai menerapkan emotional branding yang sesuaikan dengan karakteristik bisnis kita untuk menginspirasi dan membangun ikatan emosional dengan pelanggan. Gugahlah emosi mereka, tingkatkan loyalitas, dan kembangkan nilai merek kita!

2. Online Branding

Sumber: Geprek Bensu

Online Branding adalah proses membangun identitas seseorang atau brand secara online melalui penggunaan situs web, Google, Facebook, Instagram, pos blog, dan pemasaran online lainnya.

Baca Juga: Pentingnya Refleksi Visi dan Misi Perusahaan untuk Membangun Narasi dan Identitas Brand

Terdapat sembilan komponen, antara lain:

  • Logo : gambar yang menggambarkan merek kita dan harus terkait erat dengan persepsi pelanggan.

Sebagai contoh, logo Disney dikaitkan dengan telinga tikus, sementara logo Apple menggambarkan buah yang terang. Desain logo harus mencerminkan kepribadian, nilai bisnis, industri, dan audiens target kita. Logo harus berkesan tetapi tidak terlalu rumit sehingga mudah diingat oleh audiens di tengah banyaknya gambar online.

Pastikan logo terlihat baik dalam berbagai ukuran dan di berbagai media branding, seperti kop surat, kartu bisnis, dan billboard. Namun, perhatikan bahwa platform digital memiliki persyaratan ukuran dan gambar yang berbeda. Desain logo yang berfungsi dengan baik pada foto profil, foto sampul, header email, tombol aplikasi, dan lainnya. Logo adalah Langkah awal penting dalam membangun online branding yang kuat.

  • Website : lokasi toko online yang menjadi tanda identitas bisnis kita. Ketika pelanggan ingin mengetahui lokasi fisik, jam operasional, daftar produk, atau informasi kontak kita, mereka tidak akan mencari melalui buku telepon. Mereka akan mencari di Google, dimana mereka mengharapkan menemukan informasi dengan cepat dan mudah.

Buatlah halaman-halaman website singkat dan to-the-point, dan hindari memberikan terlalu banyak informasi yang membingungkan pengguna. Cara tercepat membuat calon pelanggan berhenti mengunjungi adalah dengan menyembunyikan informasi penting.

  • Brand Messaging : apa yang dikatakan perusahaan kita dan bagaimana kita mengatakannya. Pesan ini harus mencerminkan apa yang perusahaan kita lakukan dan yakini, serta berbicara dengan singkat kepada kebutuhan dan keinginan pelanggan kita.

Pesan merek yang sukses harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa yang kita lakukan?
  • Apa yang kita perjuangkan?
  • Mengapa kita penting?

Tone of voice kita juga harus sejalan dengan perusahaan dan layanan yang kita tawarkan. Sesuai dengan kepribadian merek kita. Selalu fokus pada positivitas dan solusi daripada masalah. Pastikan pesan merek kita konsisten di semua platform. Pesan yang muncul dalam pencarian Google tentang perusahaan kita harus sesuai dengan pesan merek di situs web kita. Begitu pula, perwakilan layanan pelanggan kita harus berbicara seperti yang kita lakukan di Instagram dan Twitter. Selaras dengan audiens online, gunakan mode komunikasi unik internet seperti meme, GIF, dan bahasa sehari-hari yang sesuai di media sosial.

Baca Juga: Service Branding

  • SEO: memastikan merek dan penawaran kita mudah ditemukan di mesin pencari. Rancang situs web kita dengan memperhatikan SEO dan ikuti panduan Webmaster Google. Gunakan alat pencarian kata kunci dan optimalkan schema dan meta tag kita. Sertakan tautan aktif di konten kita dan pantau situs web kita secara teratur.
  • Social Media: manfaatkan kehadiran media sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube. Sesuaikan setiap posting dengan platform yang relevan: konten di, posting di Instagram dengan fokus pada gambar, Twitter untuk berita real-time, dan Facebook dengan penekanan pada materi di balik layar. Berpikir seperti seorang influencer saat menggunakan media sosial: “jadwalkan posting, interaksi dengan komentator, dan tanggapi pesan langsung.” Lacak kemajuan kita dengan menggunakan alat seperti Hootsuite untuk mengelola platform sosial media dan Google Analytics untuk melihat halaman yang berhasil mendorong tindakan pelanggan. Untuk penjualan langsung di media sosial, gunakan alat seperti Tokopedia untuk menghubungkan calon pelanggan ke keranjang belanja situs web kita.
  • Email Marketing: cara mudah untuk menghubungi pelanggan, terutama yang tidak menggunakan media sosial. “Bangun daftar email” yang ditargetkan dengan calon pelanggan yang berpotensi mengunjungi dan berlangganan situs web kita. Tentukan tujuan kita sebelum mengirim email massal, seperti meningkatkan keterlibatan, memelihara hubungan, atau mengumumkan produk baru. Sesuaikan email untuk segmen pelanggan tertentu dengan tulisan yang menarik sesuai dengan merek kita. Jangan lupa jadwalkan pengiriman email dengan bijak agar tidak dianggap sebagai email sampah.
  • Online Advertising: iklan mesin pencari, iklan tampilan berbagai situs web, iklan di media sosial, iklan di feed ponsel dan desktop, serta iklan yang ditargetkan kembali kepada calon pelanggan yang telah menunjukkan minat sebelumnya.
  • Content Marketing: untuk menciptakan basis pelanggan yang setia dan kembali, tidak cukup hanya mengiklankan produk kita. “Keterlibatan adalah kuncinya”, dan disitulah pemasaran konten berperan penting. Pemasaran konten menekankan interaksi melalui “foto, video, daftar putar Spotify, dan pos blog” untuk membangun minat dan kepercayaan yang berkelanjutan antara merek dan pengguna. Tujuan pemasaran konten adalah menjaga minat pelanggan dan mengubah mereka menjadi penggemar setia
  • Influencer Marketing: menggunakan individu dengan pengikut media sosial yang banyak untuk mempromosikan merek kita. Kita dapat memanfaatkan jaringan dan keterhubungan influencer dengan audiens dengan membayar mereka biaya atau komisi. Pilihlah influencer yang sejalan dengan nilai-nilai merek dan audiens target kita. Cari influencer langsung di media sosial atau menggunakan platform pemasaran influencer seperti SociaBuzz.

Hal ini diperkuat oleh preferensi konsumen. Apakah kita sudah mengetahui dari mana konsumen Indonesia biasanya mencari brand? Menurut DataReportal 2023, berikut adalah beberapa sumber di mana orang Indonesia umumnya menemukan brand:

Sumber: indonesia-investments

Online marketing menjadi platform utama untuk menemukan brand di Indonesia. Namun penting untuk dicatat bahwa tidak semua platform media sosial dibuat sama. Kita perlu memahami audiens target kita dan platform mana yang sering mereka kunjungi.

Baca Juga: Product Branding

3. Rebranding

Sumber: thebettercambodia

Rebranding adalah ketika sebuah perusahaan mengubah logo, slogan, visi, misi, nilai-nilai, nama, target audiens, atau pasar untuk membangun identitas merek baru di benak calon pelanggan, pelanggan, pesaing, dan mitra. Ini membantu merek menarik audiens baru, tetap relevan, menonjol di antara pesaing, dan meningkatkan kesadaran merek.

Kapan kita membutuhkan rebranding? Rebranding adalah proses yang rumit dan mahal dengan risiko besar bagi perusahaan besar maupun kecil. Oleh karena itu, kita harus memiliki alasan serius untuk menerapkan metode ini dalam bisnis kita. Alasan utama untuk mempertimbangkan rebranding diantaranya reposisi pasar, meningkatkan reputasi perusahaan, merger perusahaan, ekspansi international, dan perubahan kepemimpinan.

Dalam konteks UMKM, misalnya, rebranding dapat menjadi strategi yang tepat ketika UMKM ingin mengubah posisi pasar mereka untuk menargetkan segmen baru yang lebih potensial, atau ketika mereka ingin meningkatkan reputasi mereka untuk menarik pelanggan yang lebih luas.

Jangan ubah merek hanya karena bosan atau ingin mencari perhatian. Rebranding bukanlah cara cepat dan terbaik untuk meningkatkan bisnis. Untuk sukses, pelajari jenis-jenis rebranding yang ada dan pilih yang sesuai untuk karakteristik bisnis kita.

4. Co-branding

Sumber: Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Co-branding adalah strategi pemasaran dimana beberapa “merek bekerja sama” dalam “menghadirkan produk atau layanan”. Dalam co-branding, beberapa perusahaan berkolaborasi untuk menciptakan merek gabungan dengan menggunakan logo, pengenal merek, dan skema warna yang unik dari masing-masing merek.

Baca Juga: Pemasaran Produk: Langkah-langkah Dasar

Tujuannya adalah menggabungkan kekuatan pasar, kesadaran merek, asosiasi positif, dan eksklusivitas dari dua atau lebih merek untuk meyakinkan konsumen agar bersedia membayar lebih mahal. Selain itu, co-branding juga dapat membuat produk lebih sulit ditiru oleh pesaing merek lainnya.

Co-branding ada disekitar kita, berikut ini co-branding brand lokal yang “berhasil menjangkau segmen pasar berbeda” diantaranya:

- Sang Pisang kolaborasi dengan Kebab Babarafi menghadirkan “Menu Banana Tortilla”;

Dengan co-branding, merek-merek dapat saling menguntungkan dan menghadirkan produk atau layanan unik kepada konsumen. Gabungan kekuatan merek-merek yang berbeda menciptakan nilai tambah dan pengalaman menarik. Sahabat Wirausaha, mari kita eksplorasi potensi co-branding untuk mengembangkan bisnis kita!

5. Product Branding

Sumber: flexypack

Product Branding adalah cara kita membuat produk kita terlihat dan terasa berbeda dari produk lainnya agar lebih mudah dikenali. Ini melibatkan desain, pesan, dan pengalaman yang dirancang secara khusus untuk mengidentifikasi produk kita secara unik dan membedakannya dari produk sejenis yang ada di pasaran.

Misalnya: produk Apple seperti iPhone, iPad, dan Macbook memiliki branding yang kuat dan unik. Selain “kinerja tinggi produknya, desain visual, kemasan, dan kesederhanaan” menjadi faktor penting dalam branding Apple. Strategi branding iPhone bahkan diikuti oleh pesaing, dan pengalaman produk yang unik membuat Apple tetap menjadi yang terbaik di kelasnya.

Dilansir dari laman Ipos, sebanyak 72% konsumen Amerika mengatakan bahwa desain kemasan mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Desain yang baik dan menarik pada kemasan memberikan banyak kesan, salah satunya kehigienisan, dalam bisnis kuliner.

Dengan memperhatikan aspek ini, UMKM dapat menciptakan citra merek yang menonjol, meningkatkan daya saing mereka, dan menarik perhatian lebih banyak pelanggan.

***

Sahabat Wirausaha, ingatlah bahwa brand kita adalah kesempatan untuk mengajak pelanggan kita dalam sebuah cerita yang menarik. Ceritakan kisahmu dengan tepat dan biarkan brand kita menjadi identitas yang menginspirasi dan mendorong kesuksesan kita!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. https://99designs.com/blog/logo-branding/digital-b...
  2. https://sendpulse.com/support/glossary/rebranding
  3. https://www.acquia.com/blog/product-branding