Free photo profile view of a group of preschool students raising their hands and trying to participate at school

Cari Pengasuh Anak - Hadirnya bisnis daycare menjadi solusi bagi para orang tua, di mana mereka tak perlu lagi merasa khawatir dengan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan anaknya selama ditinggal bekerja. Nah, ini tentu menjadi peluang bisnis yang bisa Sahabat Wirausaha manfaatkan.

Salah satu faktor yang menentukan kesuksesan sebuah usaha daycare adalah staf pengasuhnya. Sebab, staf pengasuh memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan daycare yang kondusif dan nyaman. Maka dari itu, penting bagi pelaku usaha daycare untuk merekrut staf pengasuh yang tepat, agar tidak timbul masalah kedepannya. Bagaimana caranya mencari dan memilih staf pengasuh anak yang tepat? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


Cari Pengasuh Anak, Kenali Dulu Apa itu Bisnis Daycare?

Secara sederhana daycare dapat dipahami sebagai suatu tempat penitipan anak ketika orang tua sibuk bekerja. Umumnya daycare yang dikelola secara profesional tidak hanya sekadar mengasuh anak saja, tetapi juga memiliki program pendidikan yang disesuaikan dengan usia anak. Sebab itu, daycare tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan anak secara fisik selama ditinggal orang tuanya bekerja, tetapi juga melatih kemampuan motorik dan kognitif melalui permainan dan pembelajaran.

Tak heran apabila daycare center sebagai tempat penitipan anak menawarkan beberapa manfaat sebagai berikut.

  • Anak dapat belajar dan akan terlatih untuk melakukan kebiasaan baik sejak dini, seperti makan, tidur siang, mandi, dan aktivitas lain secara teratur.
  • Anak dapat mengeksplorasi dunianya melalui beragam mainan dan buku yang disediakan di daycare.
  • Orang tua tidak perlu khawatir dengan asupan nutrisi anak, karena biasanya pengelola daycare menyediakan paket menu makanan sehat mulai baik untuk sarapan, makan siang, dan juga camilan.
  • Daycare menyediakan tenaga-tenaga pengasuh dan pengajar profesional yang berkompeten sesuai dengan usia tumbuh kembang anak.

Meski demikian, orang tua tetap harus jeli dalam memilih daycare untuk buah hatinya. Ada beberapa hal yang penting untuk dipertimbangkan, seperti fasilitas, biaya, dan juga pola pengasuhan yang diterapkan di daycare tersebut.


Tips Mencari dan Memilih Staf Pengasuh Anak Bagi Usaha Daycare

Sekilas, bisnis daycare tampak sederhana dan mudah untuk dijalankan. Toh, hanya mengasuh anak-anak saja. Eits, jangan salah. Jangan sampai bisnis daycare Sahabat Wirausaha mendapat komplain apalagi tuntutan dari orang tua, karena para pengasuhnya tidak becus bahkan lalai dalam merawat anak. Nah, berikut tips mencari dan memilih staf pengasuh anak yang tepat untuk bisnis daycare Sahabat Wirausaha.

1. Sehat Fisik dan Psikis

Setiap profesi mensyaratkan setiap pelakunya sehat baik secara fisik dan psikisnya. Demikian pula dengan staf pengasuh anak. Bahkan hal ini menjadi syarat mutlak, karena tugas staf pengasuh anak tidaklah mudah. Selain dibutuhkan kesigapan dan bergerak tanpa batas, juga kesabaran dan kepedulian dalam mengasuh anak dengan berbagai karakter.

Staf pengasuh anak dituntut untuk bisa all out dalam memberikan pengasuhan demi tumbuh kembang anak, meski harus menghadapi berbagai problematika terkait dengan segala aktivitas dan perilaku anak. Bahkan, staf pengasuh anak harus menjadikan anak-anak yang berada dalam pengasuhannya sebagai prioritasnya.

Saat memilih staf pengasuh, hal pertama yang penting dilakukan Sahabat Wirausaha adalah memastikan kesehatan fisik dan psikisnya. Sehat secara fisik artinya calon pengasuh tidak memiliki gangguan kesehatan tertentu yang bisa menghambat pekerjaannya, sedangkan sehat secara psikis artinya calon pengasuh tidak miliki gangguan kejiwaan tertentu. Sahabat Wirausaha bisa meminta calon pelamar untuk melakukan tes kesehatan dan psikotes terlebih dahulu sebagai persyaratan mendaftar.

2. Memiliki Pengalaman Kerja di Bidang Pengasuhan Anak

Lingkup kerja daycare tentu berkecimpung dengan dunia anak, mulai dari merawat hingga mengajari anak hal-hal yang mendukung tumbuh kembangnya. Oleh sebab itu, penting untuk merekrut staf yang benar-benar telah berpengalaman di bidangnya sehingga mampu bekerja secara profesional. Misalnya saja, pengasuh anak, guru, konselor, dan lainnya.

Pengalaman kerja menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan saat merekrut staf pengasuh untuk daycare. Sebab tanpa pengalaman kerja yang memadai dalam lingkungan penitipan anak, maka staf pengasuh baru cenderung kesulitan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Terlebih jika staf pengasuh tersebut menghadapi masalah, sulit baginya untuk menemukan solusi sebagai pemecahannya.

Sebagai pelaku usaha daycare, Sahabat Wirausaha harus jeli dalam memilih staf pengasuh. Rekrutlah staf pengasuh yang berpengalaman dalam menangani bayi dan balita. Selain itu, Sahabat Wirausaha bisa juga mempekerjakan guru yang memiliki pemahaman yang baik tentang psikologi dan perkembangan anak.

3. Memiliki Latar Belakang Pendidikan dalam Perawatan dan Tumbuh Kembang Anak

Staf pengasuh yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugasnya diharapkan mampu menerapkan ilmunya pada dunia kerja secara nyata. Selain itu, mereka cenderung lebih mampu menjaga sikap profesional dan menjalin hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya, terutama dengan anak-anak.

Pada umumnya, staf pengasuh yang berpendidikan tentu akan lebih memahami tentang proses perkembangan anak. Oleh sebab itu, mereka akan lebih peka dan responsif terhadap perilaku anak-anak yang diasuhnya. Selain itu, mereka juga akan lebih mudah mendisiplinkan tanpa harus menimbulkan trauma pada anak.

4. Bersertifikasi di Bidang yang Relevan

Sertifikasi menunjukkan adanya pengakuan terhadap keahlian atau keterampilan khusus yang dimiliki oleh seorang pekerja. Dalam hal pengasuhan anak pun, staf pengasuh juga perlu bersertifikat. Adanya sertifikat pengasuh tersebut untuk memastikan bahwa Sahabat Wirausaha mempekerjakan orang yang tahu cara menangani anak.

Di Indonesia, pengasuh anak yang profesional harus mengantongi sertifikat khusus, yaitu Sertifikat Kompetensi di bidang pengasuhan anak (babysitter and child care). Sertifikat tersebut sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah memiliki keterampilan dan keahlian dalam hal perawatan anak. Misalnya, membersihkan lingkungan yang digunakan anak untuk tidur dan bermain, merangsang tumbuh kembang anak, melatih motorik kasar dan halus, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, membuat makanan dan minuman sehat dan bergizi, mencegah kecelakaan pada anak, dan lain sebagainya.

Namun perlu Sahabat Wirausaha sadari bahwa pengasuh anak yang bersertifikat tidak selalu menjamin anak bebas dari kekerasan baik fisik maupun verbal. Sebab itu, Sahabat Wirausaha harus pandai-pandai dalam menyeleksi staf pengasuh yang akan dipekerjakan. Memang tidak mudah untuk mengetahui kepribadian, minat, dan motivasi dari calon staf pengasuh. Untuk itu, Sahabat Wirausaha perlu melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja seluruh staf pengasuh yang dipekerjakan.

5. Bersih dari Catatan Kriminal

Merekrut staf pengasuh yang tepat dan berkualitas memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meski demikian, Sahabat Wirausaha tetap harus menyaring calon staf pengasuh secara hati-hati. Staf pengasuh yang lalai dan berkinerja buruk tentu dapat membahayakan anak. Jika dibiarkan, hal ini bisa merusak reputasi bisnis, bahkan bisa juga berujung pada pengajuan tuntutan hukum oleh orang tua anak.

Periksa latar belakang calon pengasuh secara cermat, agar tidak kecolongan. Jangan mempekerjakan staf pengasuh yang pernah bermasalah di tempat kerja sebelumnya, apalagi jika mereka pernah melakukan pelecehan atau tindak kekerasan pada anak.

Sebagai langkah awal, pastikan setiap calon staf pengasuh memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Mesti bukan jaminan calon staf pengasuh mampu berkelakuan baik 100%, namun setidaknya Sahabat Wirausaha bisa mengetahui bahwa mereka tidak pernah terlibat jerat hukum sebelumnya.

***

Semakin berkualitas staf pengasuh daycare, tentu akan semakin menarik dan menguntungkan secara bisnis. Reputasi bisnis Sahabat Wirausaha juga akan semakin baik, sehingga kepercayaan pelanggan pun akan semakin tinggi. Pengalaman kerja, tingkat pendidikan, sertifikasi, dan kelakuan baik dari staf pengasuh sangat penting.

Namun yang tidak kalah penting adalah staf pengasuh memiliki pemahaman yang baik tentang tumbuh kembang anak. Selain itu juga mampu bekerja dengan penuh kehangatan dan kasih sayang, bersikap dewasa, sehat, dan positif, sehingga benar-benar mendukung perkembangan anak dan mencegah traumatik pada anak.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk like, share, dan comment serta mengirimkannya kepada teman-teman terdekat Anda.

Referensi:

  1. Suara.com. 2003.
  2. Entrepreneur.com. 2015.
  3. EZChildTrack. 2017.
  4. Jackrabbitcare.com. 2022.