Siapa sih yang nggak mau memiliki usaha besar namun tetap berpikir untuk memberdayakan petani lokal? Meskipun untuk mencapai hal itu, kita mungkin memerlukan perjuangan yang luar biasa untuk merintisnya dan membuatnya besar.

Namun, tidak ada yang tidak mungkin, kan? Toh, hal itu telah dibuktikan oleh seorang perempuan Bali bernama Gek Ayu Rusmini Lokika Wati. Beliau merupakan pendiri sekaligus pemilik Herbali, yang mana sukses dalam berbisnis dan sukses juga dalam memberdayakan petani lokal melalui usahanya. Penasaran bagaimana ceritanya? Yuk, langsung saja kita simak dalam cerita inspirasi kali ini.


Cerita Singkat Minuman Beralkohol Dari Buah-buahan

Pada awal sesi wawancara, Gek Ayu menceritakan bahwa dirinya merintis usaha benar-benar dari nol di tahun 2003. Saat itu, ia tidak memiliki modal maupun pengetahuan bisnis yang baik. Ia tengah berada di Jerman dan melihat bagaimana orang-orang di sana membuat minuman fermentasi dari buah apel. Hal ini kemudian menginspirasi dirinya untuk membuat minuman fermentasi dari buah-buahan lokal. Sebelumnya ia hanya mengenal minuman beralkohol dari buah anggur. Kebetulan, di Bali saat itu pun belum ada minuman beralkohol dari buah yang lain.

Baca Juga: Potensi Ekspor Suplemen Kesehatan Herbal (Jamu)

Akhirnya, ia mencari informasi dari Google dan bahan bacaan lainnya terkait bagaimana membuat minuman beralkohol dan sebagainya. Kemudian ia praktekkan dan ia berikan kepada teman-temannya. Nah, saat itu responnya pun baik. Hingga singkat cerita ia pun memantapkan diri untuk memproduksi minuman beralkohol dari buah-buahan, seperti salak, jambu mete, jahe dan anggur.


Cerita Herbali

Selain menceritakan produk minuman beralkohol miliknya, Gek Ayu juga menceritakan awal mula dirinya membuat produk herbal pertama kali, yaitu jus mengkudu atau noni juice. Hal ini terjadi ketika ada salah seorang pelanggan yang berasal dari Korea bertanya padanya terkait jus mengkudu. “Jadi dulu itu awalnya ada pelanggan saya orang Korea, terus dia nanya, ‘bu, apakah ibu bisa membuat jus mengkudu?’ Tapi saya mau seratus persen pure dari buah mengkudu,” kisahnya menirukan ucapan pelanggannya dulu.

Melihat ada peluang cuan, Gek Ayu mengiyakan bahwa dirinya bisa membuatkan jus mengkudu tersebut, meskipun sebenarnya ia belum tahu dan belum pernah membuatnya. Ia kemudian mencari tahu melalui Google dan sumber bacaan lain. Berkat kegigihannya, ia berhasil membuat jus mengkudu sesuai request dan pelanggannya pun menyukai produk jus tersebut. Seiring berjalannya waktu, Gek Ayu kemudian memberanikan diri mengurus sertifikasi Halal dan izin-izin dagang lainnya. Selain itu, ia juga akhirnya bisa membeli peralatan canggih untuk produksi. Ia mengatakan bahwa produk jus mengkudu miliknya juga banyak masuk ke toko-toko Korea di Pulau Bali.

Baca Juga: Salina Herbal: Bangkit Dari Jeratan Utang 2,2 Miliar

Nah, karena sudah diolah secara higienis, memiliki ISO dan standar produksi yang sudah jauh lebih baik, akhirnya jus mengkudu juga berhasil ekspor ke Korea. Gek Ayu menuturkan, bahwa di awal merintis usaha, ia benar-benar memulai dari nol dan saat itu ia menggunakan manajemen dagang sate, yaitu beli bahan sendiri, produksi sendiri, dan jual sendiri. Namun, ia tidak putus asa dan terus belajar. Baik melalui pelatihan maupun komunitas.

“Ya dulu itu ikut-ikut pelatihan, kayak pelatihan manajemen bisnis terus banyaklah, terus juga ikut komunitas womanpreneur community. Nah, di situ aku belajar gimana berbisnis dengan manajemen dan dengan bisnis model kanvas,” terangnya.

Dalam keterangannya, ia juga mengatakan bahwa dirinya kerap mengikuti berbagai pameran atau bazar, baik dalam maupun luar negeri seperti Malaysia. Hal itu ia lakukan agar produknya lebih dikenal hingga ke mancanegara. Dan sekalipun sudah banyak dikenal orang, ia tetap berpikir untuk bagaimana bisa mengembangkan produknya, yaitu dengan menambah produk. Namun sayangnya, saat itu bisnisnya memiliki sedikit kendala, terutama untuk produk minuman beralkohol miliknya. Mulai dari regulasi baru terkait biaya cukai, laporan online, hingga regulasi yang mengatakan bahwa tidak bisa sembarangan menjual dan mengedarkan minuman beralkohol apalagi masuk ke toko-toko kecil.

Baca Juga: Pentingnya Memiliki Visi Dalam Menentukan Arah Pengembangan Usaha

“Dulu customer Korea juga keberatan mbak, yang tadinya nggak ada cukai terus jadi ada 5.000 rupiah per liter dan terus naik sampai 33.000 rupiah per liternya. Ya, sebenarnya nggak papa, cuma kita juga kan bingung gimana mau naikkan harga ke buyer, dan buyer juga bingung mau naikkan harganya gimana. Sehingga permintaan untuk ke Korea menurun drastis waktu itu,” ujar Gek Ayu.

Nah, di saat-saat seperti itu, Gek Ayu menjadi lebih sering sakit, terutama sakit magh yang ia alami kerap kambuh. Bahkan setiap bulan ia harus ke rumah sakit. Belum lagi ayahnya pun juga sakit kala itu. Namun, ia tetap bersyukur bahwa pada momen itulah ia mendapatkan ide untuk membuat produk herbal baru di tahun 2016.

“Jadi awalnya inovasi produk itu ya pas ayah sakit, akunya juga sakit, bolak-balik masuk rumah sakit waktu itu. Tapi pas sakit itu aku juga mikir mbak, apa ya kira-kira yang lagi dibutuhin masyarakat sekarang. Nah terus aku ingat buah lemon. Aku sering banget liat ibu-ibu pada nentengin termos, tumbler atau jar lemon gitu mbak waktu itu,” jelasnya.

Baca Juga: Di Mana Cari Inspirasi Logo, Kemasan, dan Jargon?

Setelah ingat bahwa saat itu sedang tren minuman infused lemon, ia kemudian mencari informasi di Google dan sumber bacaan lainnya. Hingga akhirnya ia menemukan informasi bahwa kombinasi lemon, bawang putih, cuka apel, madu dan jahe itu bisa menjadi obat untuk magh.

Akhirnya ia coba membuat minuman dengan kombinasi tersebut untuk mengobati sakit magh yang dialaminya. Ia juga memberikan minuman itu kepada ayahnya yang sakit. Tidak disangka-sangka bahwa magh yang dialami Gek Ayu sudah tidak lagi kambuh dan ayahnya pun sudah tidak sakit lagi. Ia pun semakin yakin bahwa minuman tersebut memiliki khasiat obat. “Awalnya itu dibuat ya untuk konsumsi sendiri, untuk obat sendiri. Tapi bersyukur magh aku nggak lagi kumat dan bapak juga jadi sehat,” ungkapnya.

Gek Ayu pada akhirnya merasakan sendiri manfaat minuman tersebut. Ia kemudian mencoba memberikan minuman tersebut kepada teman-temannya dan sempat juga ia posting ke Facebook. “Posting ke Facebook waktu itu, terus ada yang pesan, ada yang minta dibuatin, sebotol sebotol, terus eh kok order lagi order lagi. Akhirnya aku buatin izin sambil test market mbak, apakah produk aku ini bisa diterima masyarakat, dan puji syukur responnya positif semua,” sambungnya.

Baca Juga: Jenis-jenis Promosi Paling Pas Untuk Bisnis Kuliner

Tahun 2017, Gek Ayu akhirnya memproduksi produk herbal lagi selain jus mengkudu, yaitu Herbali Lemonic. Nah, saat itu Gek Ayu juga menceritakan bagaimana ia menamai usaha untuk produk herbal miliknya. Ia tidak sembarangan memberi nama, namun ia juga mencari tahu nama-nama yang sudah ada hak patennya.

Nah, hak paten nama usaha juga penting kan mbak, jadi aku juga cari tahu, dan ternyata herbal bali udah ada, bali herbal juga udah ada, yaudah jadinya aku gabungin aja jadi Herbali, yang artinya produk herbal yang dibuat oleh wanita atau perempuan Bali, gitu,” tuturnya.


Herbali Dan Petani Lokal

Saat ditanya bagaimana ia mendapat bahan baku berupa buah-buahan, Gek Ayu menjawab bahwa dirinya mendapatkan langsung dari petani lokal. Uniknya adalah, dirinya memberdayakan petani lokal untuk mensuplai bahan baku berupa buah-buahan. Pada keterangannya, dirinya mengaku bahwa ia membeli buah langsung ke petani tepat pasca panen dengan harga normal atau harga ketika sedang tidak musim.

Baca Juga: Membedah Pameran Domestik Untuk Makanan dan Minuman

“Misalnya salak deh ya, dulu itu ya mbak, salak setelah panen itu harganya cuma seribu rupiah per kilo, sementara pas lagi nggak musim, itu harganya bisa sampai 6000 rupiah per kilo. Nah, aku waktu itu belinya pas pasca panen tapi aku beli dengan harga yang 6000 itu,” terangnya.

Bukan tanpa alasan, Gek Ayu mengungkapkan bahwa dirinya memiliki visi misi ingin mensejahterakan petani lokal. Dirinya juga ingin mengangkat produk Bali dengan bahan baku lokal yang langsung dari petani lokal agar bisa maju dan sejahtera. “Ya aku visi misinya itu pengen mensejahterakan petani lokal mbak, pengen mengangkat produk Bali kalo dengan bahan baku lokal dari petani lokal, itu bisa maju dan sejahtera petaninya,” ungkapnya.

Hal itu juga yang membuat Gek Ayu memilih untuk membentuk banyak kelompok tani. Bahkan dirinya juga memiliki kelompok tani di Bogor untuk khusus menyuplai buah mengkudu. Karena perjuangannya juga dalam membesarkan usaha, Gek Ayu akhirnya mendapatkan fasilitas dari pemerintah untuk mendirikan Perseroan Terbatas (PT), setelah sebelumnya hanya bisa mendirikan UD Herbali. Alhasil, saat ini usaha produk herbal miliknya berada di bawah payung PT bernama PT Herbali Dewata Nusantara.

Baca Juga: Pentingnya Ulasan, Bintang, dan Data Laporan

Dalam sesi akhir wawancara, ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami masa-masa tersulit dalam berbisnis yaitu ketika pandemi COVID-19. Di masa tersebut, ia harus menjual usaha minuman beralkohol miliknya yang telah ia rintis sejak nol. Namun, ia tidak menyesal. Ia tetap bersyukur karena masih memiliki usaha produk herbal, yang mana produk Herbali kini sudah ada di semua marketplace dan bukan hanya eksis di pasar domestik namun juga pasar global. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tetap bersyukur masih bisa memberdayakan petani lokal melalui minuman herbal miliknya.

Wah, gimana Sahabat Wirausaha, keren ya cerita Gek Ayu ini. Meskipun jatuh bangun namun tetap berusaha berinovasi dan tetap ingin memberdayakan petani lokal. Semoga ada pembelajaran yang bisa diambil dan dapat menginspirasi Sahabat Wirausaha semua, ya! Jangan patah semangat, teruslah belajar dan berinovasi. UMKM Pasti Bisa Naik Kelas!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini.

Narasumber : Gek Ayu Rusmini Lokika Wati (Founder Herbali)

Jl. Raya Munggu Kapal No 105, Br. Batan Duren, Ds. Cepaka, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali

Instagram : @herbali_product

Katalog di website ukmjagowan.id : Herbali