Bisnis Batik Sukses - Jika bicara tentang fashion unik asal Indonesia, pastinya tidak jauh-jauh dari batik. Ya, batik telah dinobatkan menjadi salah satu warisan dunia oleh UNESCO yang mestinya perlu kita banggakan dan lestarikan. Hal inilah yang membuat wanita berumur 37 tahun, Suci Wijayanti, lebih semangat dalam menggeluti bisnisnya.

Siapa sangka, brand yang Suci beri nama “Batik Sakera” ini yang awalnya Suci geluti sendiri, sekarang mampu tampil di berbagai fashion show bergengsi di Jakarta dan bahkan produknya juga dipakai oleh presenter-presenter televisi nasional. Nah, bagaimana sih proses pendirian bisnis Batik Sakera ini? Yuk simak kisah inspirasinya pada artikel berikut ya!


Bisnis Batik Sukses, Potensi Peluang Pasar di Madura

Salah satu kunci kesuksesan pada bisnis adalah memiliki rasa kepekaan dan jeli melihat peluang. Kemampuan inilah yang dimiliki oleh Suci saat menyadari bahwa potensi batik tulis di tanah kelahirannya, Madura, sangat besar sekali.

Baca Juga: Peluang Pasar: Fashion Batik

Selain itu, ada banyak pengrajin di Madura yang bisa diajak kerja sama sehingga mempermudah Suci dalam memproduksi busana batik miliknya. Suci menjelaskan bahwa dirinya telah bekerja sama dengan banyak pengrajin dari berbagai daerah sejak tahun 2013 hingga kini.

“Saat produksi, saya kerja sama dengan banyak pengrajin dari segala daerah. Ada yang dari Sumenep, Bangkalan, dan masih banyak lagi. Lokasinya biasanya dari bermacam-macam desa di Madura. Saya juga tidak asal pilih, awalnya akan saya seleksi dulu dan akan memilih pengrajin yang memiliki ciri khas tersendiri dan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan mode di Batik Sakera,” Jelas Suci.

Dari sinilah, Suci memiliki keinginan untuk ikut serta dalam melestarikan budaya Indonesia dan memberdayakan pengrajin lokal.


Bermodal Awal 150 Ribu

Setelah menemukan partner bisnis yang cocok, pada tahun 2016 Suci membulatkan tekad untuk mendirikan Batik Sakera. Ada banyak bukti kisah inspirasi yang seolah mengatakan bahwa kita tidak harus punya privilege ketika ingin bermimpi besar. Kisah dari Suci sang owner Batik Sakera ini termasuk salah satunya.

Baca Juga: Zie Batik Semarang : Semangat Berkelanjutan Melestarikan Batik Khas Semarang

Siapa sangka, hanya bermodalkan uang 150 ribu rupiah saja, Suci telah berhasil memutar uangnya dan memperbesar bisnisnya hingga seperti sekarang. Awalnya, Suci melakukan segala operasional bisnisnya seorang diri, seperti membuat logo, desain, dan masih banyak lagi. Namun kini, Suci sudah mampu mempekerjakan 4 orang dalam bisnisnya dan omzetnya naik pesat hingga pernah mencapai 300 juta per tahun.

“Awalnya saya hanya punya uang 150 ribu untuk mendirikan bisnis saya ini. Semuanya bertahap, nggak langsung ujug-ujug besar seperti sekarang ini. Pada tahun 2016 saat itu juga saya masih bekerja di sebuah perusahaan pertanian di Bogor, sehingga untuk finansial bisa dibilang masih terbatas,” Jelas Suci panjang lebar.

Tidak hanya itu, Suci juga rutin menyisihkan gajinya setiap bulannya dari hasil bekerja di Bogor untuk mengembangkan bisnisnya. Hingga kini, Suci masih aktif dalam mengajar sebagai dosen di berbagai universitas dan terkadang di berbagai kesempatan juga diundang sebagai ahli kewirausahaan untuk memberikan arahan kepada ribuan mahasiswa.

Sahabat Wirausaha, langkah yang diambil Suci bisa kita tiru jika kita masih belum cukup modal untuk memperbesar bisnis kita. Tidak ada salahnya untuk menjalankan bisnis sambil bekerja di tempat lain, selama masih bisa memanajemen waktu dengan baik.

Baca Juga: Di Mana Cari Inspirasi Logo, Kemasan, dan Jargon?


Menemukan Tantangan dalam Bisnis

Meskipun Suci mengaku bahwa dirinya senang dalam menggeluti bisnisnya saat ini, namun tak dapat dipungkiri bahwa Suci juga mengalami banyak tantangan. Misalnya, Suci pernah merasa kesulitan dalam menentukan model baru dan pengkombinasian warna yang sekiranya dapat disukai masyarakat.

Suci dapat menyimpulkan bahwa membangun bisnis di bidang yang belum pernah ia kuasai sebelumnya memang benar-benar sulit. Apalagi Suci mengaku bahwa dirinya tidak memiliki background menjadi fashion designer.

Di tahun pertama Batik Sakera, Suci bercerita bahwa pada saat itu penjualan tidak terlalu signifikan bahkan bisa dibilang rendah. Hal ini karena Suci tidak aktif dalam melakukan promosi yang massive di berbagai media.

Namun, Suci menanamkan pola pikir positif bahwa semua kendala yang ia temui di lapangan merupakan sarana bagi dirinya untuk terus belajar dan berkembang menjadi lebih baik lagi. Hal inilah yang mendorong Suci untuk mengambil kelas fashion untuk belajar kembali mengenai perbusanaan.

Hasilnya, Suci bisa membuktikan bahwa tanpa memiliki latar belakang yang ahli pun, selama ada keinginan yang kuat untuk belajar, siapa saja bisa menjadi pebisnis yang handal.

Baca Juga: Pentingnya Memiliki Visi Dalam Menentukan Arah Pengembangan Usaha


Menjadi Best Seller

Pasar batik di Indonesia terbilang masih cukup tinggi, sehingga mempermudah Suci saat bergabung dalam kompetisi. Suci bercerita bahwa di masa-masa awal penjualan, pembeli justru datang dari teman-teman komunitas dari pelatihan yang dirinya ikuti.

Dari sinilah, baju batik hasil rancangannya menjadi best seller dan Suci akhirnya menemukan bahan untuk dianalisa, terkait produk seperti apa yang diminati berbagai kalangan.

“Kalau yang saya lihat, best seller product di Batik Sakera itu yang motifnya abstrak-artistik. Mungkin karena motif ini terbilang unik dan juga menggunakan warna-warna yang nyentrik sehingga banyak diminati oleh orang Indonesia, khususnya mereka yang berprofesi di dunia hiburan,” Kata Suci.

Sebagai variasi produk Suci juga menyediakan motif-motif umum dan pakem, seperti motif tradisional. Motif seperti ini biasanya lebih diminati oleh kalangan pengusaha dan pejabat di Indonesia. Tak lupa juga Suci menyediakan warna yang lebih soft untuk penikmat batik di kalangan anak muda.

Baca Juga: Startegi Branding Mendapatkan Konsumen Loyal

Untuk menjaga kualitas produk Batik Sakera, Suci selalu mengikuti aturan standar batik tulis yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Selain itu, Suci juga mematok harga yang kompetitif namun pas dengan target konsumen. Suci mengaku bahwa dirinya memang sengaja hanya menggunakan teknik batik tulis di brand bisnisnya ini sebagai ciri khas tersendiri dan sekaligus sebagai Unique Selling Point.

Tak lupa, Suci juga mulai aktif dalam mengurus izin-izin usaha, terutama tentang HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Hal ini dilakukan sebagai proteksi terhadap bisnis yang sudah dibangunnya dengan susah payah, agar terhindar dari penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tak tanggung-tanggung, Suci bahkan sampai rela menyewa pengacara, lho.

"Sebelum saya punya kain dan sebagainya, itu saya bikin HAKI dulu. Ini kudu lolos, makanya saya pakai pengacara. Bukan hanya konsultan HAKI, tapi benar-benar pengacara yang bisa mengamankan kesuksesan sertifikat HAKI Batik Sakera," Jelas Suci.

Sahabat Wirausaha, baiknya sebelum bisnis menjadi lebih besar, ada baiknya kita memang harus mengurus izin usaha dan juga pendaftaran brand/merk nama agar tidak bisa seenaknya diambil oleh pengusaha lain. Tentunya kita tidak mau kan brand yang sudah melekat di hati customer tiba-tiba harus berganti nama?

Baca Juga: Menerapkan Strategi Bisnis Berkelanjutan


Terpaksa Menutup Toko Fisik sejak Pandemi

Batik Sakera juga termasuk salah satu bisnis yang terdampak akibat adanya pandemi. Sejak pembatasan area, Suci memutuskan untuk menutup toko fisiknya karena semakin sedikit orang yang berkunjung ke Mall dan tempat-tempat publik. Sebagai gantinya, Suci berfokus penjualan di website resminya www.batiksakera.com, marketplace, dan juga di sosial media. Syukurnya, penjualan masih terus berlanjut meskipun tidak sebanyak dahulu saat sebelum pandemi.

Untuk kedepannya, Suci berharap bisa membuka offline store-nya kembali di Jakarta dan punya butik sendiri di lokasi yang strategis. Selain itu, Suci juga memiliki visi untuk meningkatkan kepercayaan customer terhadap brand miliknya, dan ingin membuktikan bahwa brand Batik Sakera juga memiliki kualitas yang tak kalah dengan brand-brand batik lainnya yang lebih dulu eksis di dunia fashion. Wah, kita doakan saja semoga cita-cita Suci ini tercapai, ya!

Tidak hanya itu, Suci juga memiliki pesan untuk teman-teman UMKM untuk tetap semangat belajar, menimba ilmu, dan banyak-banyak berdiskusi dengan orang-orang yang sudah sukses lebih dulu. Mungkin kita memang tidak bisa meng-copy paste kesuksesan mereka tapi setidaknya kita tahu bagaimana cara menjajaki kesuksesan tersebut dan bagaimana cara mengatasi kegagalan-kegagalan yang sudah dilalui.

Baca Juga: Tips Melakukan Pemasaran Dengan Promosi dan Diskon

“Belajar zaman sekarang juga sudah serba mudah, bisa dari online, bisa langsung ke ahlinya, dari youtube, atau bisa juga baca artikel-artikel tentang bisnis,” Jelas Suci.

Nah, itu tadi segelintir kisah sukses dari Suci pemilik brand Batik Sakera yang mungkin bisa menginspirasi kamu untuk bangkit kembali. Yuk, perbaiki pola pikir dan juga tingkatkan motivasi agar bisnis Sahabat Wirausaha bisa berkembang lebih pesat lagi!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Sumber:

Wawancara dengan Suci Wijayanti, Owner Batik Sakera