UKM Indonesia

Cerita Inspirasi Tentang Proses Membangun Identitas Brand Maicih

Penulis : Ayu Lusiani
Editor : Sonia Fatmarani
09 Juli 2022
Lama Baca : 7 menit

Tidak dipungkiri bahwa semua orang pasti ingin meraih kesuksesan dalam hidupnya, khususnya ketika terjun sebagai pengusaha. Salah satu pengusaha yang telah berhasil meraih kesuksesan luar biasa adalah Reza Nurhilman yang namanya populer melalui brand keripik pedas Maicih.

Maicih merupakan produk UMKM dari Bandung. Keripik pedas ini telah membuktikan bahwa Maicih tidak sekedar produk viral yang redup ketika peminatnya turun. Sampai saat ini, tidak mudah menemukan kompetitor yang memiliki pencapaian seperti Maicih baik dari segi rasa maupun branding.

Baca Juga: Printerous Pentingnya Branding dan Desain Kemasan untuk Bisnis F&B

Brand lokal yang populer sejak tahun 2010-an ini terus berkembang dari usaha skala rumahan menjadi merek ternama. Sampai saat ini, nama keripik Maicih menjadi familiar di telinga masyarakat Indonesia.

Produk tersebut kini sudah banyak dijumpai di mana-mana. Namun, siapa yang tahu bahwa kesuksesan yang diraih saat ini juga diawali dengan proses dan perjuangan yang tidak mudah. Kreativitas dan kegigihannya mengantarkan Maicih menjadi salah satu brand ternama di tanah air.

Keripik Maicih awalnya populer di dunia maya. Pasalnya keripik tersebut mulai dipasarkan secara online terlebih dulu. Sejak awal kemunculannya, keripik pedas tersebut langsung mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

Baca Juga: Jenis-Jenis Konten yang Efektif di Media Sosial

Hal tersebut dibuktikan dengan angka penjualan yang cukup tinggi. Bahkan produk tersebut tidak hanya laris di pasaran tanah air, tetapi juga sampai ke luar negeri. Awalnya, Maicih tidak memiliki kantor sendiri sebagai tempat usaha. Walaupun demikian, Maicih mampu memperoleh omzet ratusan juta.


Awal Mula Membangun Bisnis

Eksklusif, Perjalanan Reza Nurhilman Jadi Presiden Maicih

Sumber: Fimela

Pemilik brand Maicih, Reza Nurhilman, merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Pria kelahiran 29 September 1987 tersebut sejak kecil tinggal bersama dengan orangtua angkatnya karena kedua orangtuanya sudah bercerai.

Setelah lulus dari bangku SMA pada tahun 2005, Reza memutuskan untuk bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Saat itu, ia tidak langsung terjun ke bisnis kuliner. Sejak lulus dari tahun 2005 sampai 2009, Reza telah menekuni bidang penjualan dengan menjual berbagai macam produk mulai perlengkapan elektronik hingga pupuk.

Baca Juga: 10 Tips Membuat Foto Konten yang Menarik Untuk Produk Makanan

Suatu hari, Reza diajak temannya berkunjung ke daerah Cimahi. Di sana ia diajak untuk mencoba keripik pedas buatan seorang nenek. Setelah mencobanya, Reza ternyata sangat suka dengan citarasa keripik buatan nenek tersebut karena menurutnya rasanya sangat lezat. Namun, nenek tersebut tidak mencoba memasarkan produknya. Bahkan, ia juga tidak bisa selalu memproduksi keripik pedas tersebut karena hanya bisa di waktu-waktu tertentu.

Reza pun akhirnya berinisiatif bertanya kepada sang nenek tentang resep cara membuat keripik pedas tersebut. Beruntung, sang nenek dengan senang hati membagikan resep keripik tersebut kepada Reza. Sejak mendapatkan resep itulah Reza mulai membuat keripik pedas dengan brand Keripik Maicih.

Dengan berbekal modal uang Rp 15 juta, Reza pun memulai usaha produksi keripik pedas ini pada tahun 2010. Ketika awal memulai usaha, produksi keripik sekitar 50 bungkus per hari dengan 5 varian. Produk tersebut ia pasarkan dengan cara berkeliling.

Baca Juga: Mengenal Strategi dan Konten Promosi Serta Evaluasi Efektifitasnya

Saat itu, penjual Maicih berkeliling dengan mobil yang sering berpindah tempat. Selanjutnya posisi mobil tersebut diinfokan lewat Twitter, sehingga pengalaman berburu keripik Maicih ini memberikan kesan tersendiri bagi konsumen.

Perlahan tapi pasti, produksi keripik pedas tersebut terus mengalami perkembangan yang positif. Keripik Maicih yang awalnya hanya tersedia dari varian level 1-5, saat ini telah memiliki 10 varian dengan jumlah produksi 2000 bungkus per hari. Dari hasil penjualan yang tercatat, omzet yang diperoleh Maicih mencapai Rp 900 juta per bulan. Dengan kata lain, Maicih mendapatkan omset Rp 30 juta per harinya.


Variasi Produk Beragam

Biografi Reza Nurhilman, Sukses Di Usia Muda Berkat Keripik Pedas Maicih |  Biografiku.com

Sumber: biografiku

Maicih hadir dalam beberapa jenis produk, di antaranya adalah keripik singkong, keripik basreng (bakso goreng), keripik gurilem, keripik seblak, mi instan, hingga batagor kuah instan Maicih. Jika dilihat dari pemilihan variasi produk, Maicih sebenarnya tergolong biasa saja, bahkan cenderung mengangkat produk tradisional.

Baca Juga: Surat Keterangan Ekspor Kemasan Pangan

Dari segi packaging, Maicih juga masih menghadirkan kesan tradisional dengan menghadirkan siluet perempuan tua. Gambar tersebut seolah menandakan Maicih merupakan jajanan jaman dulu tetapi mengusung kemasan modern.

Untuk logonya, logo Maicih sebenarnya terinspirasi dari ibu-ibu yang membuat keripik pedas tersebut. Pemilihan nama Maicih pun alasannya didasarkan pada keunikan namanya yang belum ada pada produk makanan.

Baca Juga: Di Mana Cari Inspirasi Logo, Kemasan, dan Jargon?

Untuk varian rasa, Maicih menghadirkan varian rasa pedas dengan beberapa level berbeda mulai dari level 1 sampai 10. Adanya inovasi level pedas tersebut adalah strategi Maicih untuk memikat konsumen di tanah air yang menyukai makanan pedas.

Strategi marketing lainnya yang pernah dilakukan oleh Maicih adalah dengan memberikan tantangan kepada para penyuka makanan pedas. Salah satu tantangannya yaitu dengan memakan produk Maicih dengan berbagai level pedas untuk mengetahui seberapa kuat para penyuka pedas menahan rasa pedas dari Maicih.

Walaupun Maicih sekarang sudah tidak sepopuler dulu, namun, keripik ini masih tetap mampu bersaing dengan produk lainnya. Bahkan, produk dari Maicih ini sudah berhasil masuk di pasar ritel dan beberapa toko ternama di tanah air. Selain itu, produk dari Maicih juga sudah pernah diekspor hingga ke luar negeri seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang, China, dan Kanada.


Jeli Memilih Metode Pemasaran

Hal yang membuat menarik adalah Maicih sama sekali tidak memiliki toko resmi atau kantor untuk tempat penjualan. Maicih lebih memilih penjualan produk melalui sosial media seperti Twitter dan Facebook yang populer saat ini. Hal tersebut bukan tanpa alasan.

Namun, strategi ini dilakukan Maicih untuk membuat calon pembeli merasa penasaran dengan produknya. Apalagi dalam strategi pemasarannya, Maicih juga menggunakan berbagai istilah unik.

Baca Juga: Strategi Branding Mendapatkan Konsumen Loyal

Misalnya, Maicih menggunakan istilah “Jenderal” untuk menyebut agen penjual Maicih dan istilah ‘Emak” untuk menyebut produsen keripik. Sementara itu, konsumen mendapatkan julukan sebagai “Cucu” dan para penggemar Maicih dinamai dengan julukan “Ichicer”

Strategi promosi yang dilakukan oleh Maicih saat itu tergolong cara yang visioner karena berbeda dengan strategi pemasaran konvensional yang dilakukan oleh para pesaingnya. Selain itu, untuk memastikan semua produknya terjual, Maicih memilih strategi penjualan dengan sistem pop up. Strategi tersebut merupakan salah satu upaya dalam menjajakan dagangannya di suatu tempat menggunakan mobilnya secara tiba-tiba dan berpindah-pindah.

Baca Juga: Tips Mengambil Foto Produk Secara Profesional

Sampai sekarang pun Maicih masih terus berinovasi dalam mengembangkan usahanya. Prinsip yang selalu diterapkan adalah totalitas. Prinsip tersebut yang akan membuat kreatifitas menjadi tidak terbatas, sehingga tidak perlu terlalu fokus pada keuntungan atau kerugian yang didapat.

Hal itu juga yang membuat model pemasaran Maicih menjadi menarik dan inovatif. Keripik pedas Maicih kini menjadi salah satu brand yang menginspirasi usaha lainnya di tanah air.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: