UKM Indonesia

Tips Memilih Endorser/Influencer yang Tepat

Penulis : Zpica Alfania Soukotta
Editor : Banu Rinaldi
20 Juli 2022
Lama Baca : 5 menit

Kehidupan di era revolusi industri 4.0 menuntut setiap pelaku usaha agar dapat berkembang pesat baik secara offline maupun daring. Meskipun demikian, kegiatan usaha secara offline semakin dibatasi dalam kondisi pandemik ini.

Pada akhirnya, setiap pelaku usaha harus berpikir kreatif dalam menyusun strategi pemasaran secara daring dan berbasis digital atau lebih dikenal dengan istilah pemasaran digital. Salah satu teknik pemasaran digital adalah dengan memanfaatkan situs web maupun jejaring sosial seperti facebook, instagram, youtube, maupun tiktok.

Baca Juga: Tren Dalam Instagram yang Penting Bagi Digital Marketing

Baca Juga: Optimalisasi Facebook Untuk UMKM Melalui Facebook Ads

Teknik pemasaran dengan menggunakan media sosial (social media marketing) telah menarik perhatian para pelaku usaha secara global. Sahabat Wirausaha sudah pernah menggunakan jasa endorser/influencer untuk kegiatan promosi produk?

Hal ini merupakan salah satu teknik social media marketing yang kini sering digunakan oleh para pelaku usaha. Bila Sahabat Wirausaha masih bingung untuk menggunakan jasa endorser/influencer sebagai kegiatan promosi produk maka ulasan berikut akan membantu Sahabat Wirausaha dalam memilih sosok yang tepat. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


Mengenal Pengertian Endorsement, Endorser, dan Influencer

Sebelum mengetahui tips memilih endorser/influencer yang tepat untuk kegiatan promosi, Sahabat Wirausaha perlu tahu dulu nih pengertian dari endorsement, endorser, dan influencer.

Endorser merupakan pelaku kegiatan endorsement. Umumnya, endorser adalah seseorang yang berkompeten dalam kegiatan promosi. Lalu, apa itu endorsement? Endorsement merupakan sebuah bentuk dukungan atas suatu produk. Dukungan tersebut didasari atas perjanjian kontrak antara pelaku usaha dengan pihak endorser.

Baca Juga: Social Media Influencer

Pihak endorser akan mempromosikan produk secara daring di akun jejaring sosialnya sesuai dengan perjanjian kontrak yang telah disepakati secara bersama. Cara kerja endorsement adalah pihak endorser akan mengunggah foto maupun video saat sedang menggunakan produk serta mempromosikan kelebihan dan keunggulannya. Setelah itu, baik pihak endorser maupun pelaku usaha akan memperoleh umpan balik dari audiens atas postingan tersebut melalui kolom komentar.

Lalu, apakah endorser sama dengan influencer? Pada dasarnya, influencer memiliki peran yang sama dengan endorser dalam kegiatan endorsement, hanya saja influencer memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap masyarakat dan memiliki jangkauan audiens yang lebih luas sehingga tak heran bila para influencer tersebut memiliki ribuan bahkan jutaan pengikut di jejaring sosialnya.

Influencer dapat berupa content creator maupun selebritas yang telah memiliki banyak penggemar. Pengaruh yang diberikan cukup besar mulai dari gaya hidup, gaya berpakaian, dan lainnya. Para pengikut cenderung akan mengikuti apa yang dilakukan dan digunakan oleh influencer tersebut. Hal inilah yang membuat influencer menjadi incaran para pelaku usaha untuk melakukan endorsement.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Digital Menggunakan Influencer

Nah, Sahabat Wirausaha perlu mengetahui tips untuk memilih endorser/influencer yang tepat untuk kegiatan endorsement. Hal ini penting mengingat biaya yang akan dikeluarkan untuk kegiatan endorsement terbilang cukup besar. Jadi, Sahabat Wirausaha perlu hati-hati dalam mengambil keputusan biar hasilnya tidak ‘zonk’ yah. Simak tipsnya berikut ini yuk!


Tips #1: Lakukan Riset Terhadap Target Endorser/Influencer

Hanya karena seorang endorser/influencer begitu terkenal, bukan berarti endorsement yang dilakukan dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi para pelaku usaha loh. Kemungkinan terburuknya adalah hasil yang diperoleh tidak sesuai ekspektasi.

Jadi, untuk meminimilasir risiko kerugian di kemudian hari, Sahabat Wirausaha perlu melakukan riset terhadap endorser/influencer yang ditargetkan untuk melakukan kegiatan endorsement.

Riset dapat dilakukan secara mandiri melalui proses penelusuran informasi di media, serta proses evaluasi dan seleksi. Caranya cukup mudah yaitu tentukanlah target endorser/influencer berdasarkan kesesuaian terhadap produk yang akan dipromosikan.

Baca Juga: Lookalike Audience

Misalnya: jenis kelamin, usia, dan lokasi. Selanjutnya, pilihlah beberapa target endorser/influencer yang sudah sesuai dengan produk untuk diseleksi.

Proses seleksi dapat menggunakan formula yang dikemukakan oleh Aron Levin, dalam bukunya yang berjudul Influencer Marketing for Brands: What YouTube and Instagram Can Teach You About the Future of Digital Advertising.

Formula tersebut digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh yang dapat diberikan oleh seorang influencer terhadap audiens agar membeli dan menggunakan produk yang dipromosikan.

Hal ini penting agar Sahabat Wirausaha dapat memilih satu yang terbaik di antara sekian target, yang nantinya dapat memberikan hasil yang diharapkan. Formula pengaruh (Influence) dari Aron Levin adalah sebagai berikut.

Pengaruh (Influence) = Jangkauan Audiens (Audience Reach) x Afinitas (Keahlian, Kredibilitas) x Kekuatan Hubungan dengan Audiens (Engagement)

1. Jangkauan Audiens (Audience Reach)

Jangkauan audiens menunjukkan ukuran dan jenis audiens yang dimiliki oleh target endorser/influencer seperti jumlah subscriber pada kanal youtube atau jumlah followers di media sosial instagram. Menurut Aron Levin, ada beberapa pertanyaan kunci yang dapat digunakan untuk memahami target audiens dan jangkauan audiens yang diinginkan yaitu:

  • Siapa target audiens anda?’
  • Target endorser/influencer manakah yang memiliki target audiens seperti yang anda inginkan?
  • Seberapa besar jumlah target audiens yang anda inginkan?

Secara sederhana, audiens merupakan calon konsumen/pelanggan dari para pelaku usaha. Sehingga mempertimbangkan seberapa luas jangkauan audiens yang dimiliki oleh target endorser/influencer, menjadi hal yang penting untuk dilakukan di awal.

2. Afinitas (Affinity)

Afinitas menunjukkan ketertarikan audiens terhadap produk yang dipromosikan. Dalam formula pengaruh (influence), Aron Levin menambahkan keahlian dan kredibilitas yang dimiliki oleh target endorser/influencer sebagai faktor yang perlu dipertimbangkan oleh para pelaku usaha.

Menurut Aron Levin, ada beberapa pertanyaan kunci yang dapat digunakan untuk memahami tentang afinitas, keahlian, dan kredibilitas target endorser/influencer yaitu sebagai berikut.

Baca Juga: Beriklan Google Ads dengan Efektif Bagi UMKM

  • Apakah target endorser/influencer anda memiliki ketertarikan secara alami terhadap produk anda?
  • Apakah target endorser/influencer anda memiliki keahlian dan wawasan luas berkaitan dengan produk anda?
  • Mengapa target endorser/influencer anda dipercayai oleh audiens mereka? Apa yang membuat audiens mereka begitu percaya pada pesan pemasaran yang disampaikan oleh target endorser/influencer tersebut?

Misalnya, produk bisnis yang dipromosikan adalah produk kecantikan maka target endorser/influencer yang sesuai adalah para beauty vlogger dengan jumlah audiens terbanyak dari kalangan perempuan, serta audiens tersebut memiliki minat dan ketertarikan yang sama dengan para beauty vlogger tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan kunci ketiga, para pelaku usaha dapat menelusuri kolom komentar di unggahan foto maupun video dari target endorser/influencer yang berisi tentang testimoni audiens mereka.

3. Kekuatan Hubungan dengan Audiens (Engagement)

Engagement menunjukkan seberapa kuat hubungan antara target endorser/influencer dengan para audiensnya di jejaring sosial. Secara spesifik, tingkat engagement (engagement rate) dapat menunjukkan seberapa besar ketertarikan dan perhatian audiens terhadap produk yang dipromosikan. Menurut Aron Levin, ada beberapa pertanyaan kunci yang dapat digunakan untuk memahami engagement rate tersebut, yaitu sebagai berikut.

  • Berapakah target engagement rate yang anda mau?
  • Apakah engagement rate tersebut masuk akal bila dikaitkan dengan jangkauan audiens dan afinitas?

Memiliki jangkauan audiens yang luas memang penting, tapi memiliki audiens yang benar-benar berinteraksi dan menunjukkan adanya ketertarikan terhadap produk yang dipromosikan menjadi hal yang sangat penting. Hal ini membuat engagement rate menjadi bahan pertimbangan penting bagi para pelaku usaha.

Baca Juga: Cara Mengoptimalkan Instagram Untuk Berbisnis, Yuk Simak Tipsnya!

Misalnya, seorang influencer memiliki jumlah followers sebanyak satu juta pengikut di instagram namun hanya memperoleh jumlah like dan komentar sebanyak seratus ribuan pada postingan produk yang dipromosikan. Jika demikian, maka engagement rate yang diperoleh terbilang rendah.

Dilansir dari sumber cyberclick.net, standar engagement rate yang baik untuk masing-masing jejaring sosial cukup beragam. Meskipun demikian, Sahabat Wirausaha kini tak perlu bingung tentang cara menghitung engagement rate tersebut karena Sahabat Wirausaha dapat menghitungnya melalui website khusus engagement calculator yaitu phlanx.com dan grin.co. Sahabat Wirausaha hanya perlu memasukkan username dari target endorser/influencer, kemudian hasilnya akan keluar secara otomatis.


Tips #2: Pilihlah Profil Target Endorser/Influencer yang Baik

Profil target endorser/influencer yang baik dapat dievaluasi dari segi sikap maupun segi pekerjaan. Dari segi sikap, mereka menunjukkan sikap yang baik, ramah, dan tidak sombong sehingga tidak berpotensi memiliki masalah serius dengan audiens hingga memiliki haters yang banyak.

Dari segi pekerjaan, mereka dapat bekerja secara profesional sehingga tidak berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Dengan memiliki profil yang baik, seorang endorser/influencer dapat lebih meyakinkan audiensnya secara alami untuk membeli produk yang dipromosikan.

Baca Juga: Tren Dalam TikTok yang Penting Bagi Digital Marketing

Mengapa hal ini penting? Sahabat Wirausaha tentu tidak ingin kolom komentar pada postingan produk anda dipenuhi dengan kalimat hujatan saat endorser/influencer melakukan skandal yang buruk. Sebaliknya, ketika endorser/influencer mengunggah foto produk, diharapkan audiens akan memberikan komentar yang menunjukkan ketertarikannya terhadap produk yang dipromosikan. Dengan demikian, profil yang baik juga dapat memengaruhi keberhasilan endorsement.

Demikian ulasan mengenai tips memilih endorser/influencer yang tepat untuk endorsement produk usaha. Semoga bermanfaat bagi Sahabat Wirausaha yah!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. KBBI Online, Wikipedia,
  2. Levin, Aron. 2020. Influencer Marketing for Brands: What YouTube and Instagram Can Teach You About the Future of Digital Advertising. Stockholm, Sweden: Apress.



Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: