Akun atau Chart of Account

Artikel ยท Kamus Bisnis
Lama Baca : 5 Menit

Pada ragam kesempatan, cukup sering kami temukan dimana pelaku UMKM merasa sudah memiliki laporan keuangan, setelah diperiksa, ternyata yang dimiliki barulah berupa pencatatan transaksi keuangan. Memangnya apa bedanya? Nah, memang masih banyak pelaku nih UMKM di Indonesia yang belum sadar atau rutin untuk mengelompokkan transaksi-transaksi tersebut ke dalam akun-akun tertentu agar mudah dikelompokkan, untuk kemudian diringkas datanya menjadi laporan keuangan laba rugi atau neraca.

Untuk memudahkan proses pengolahaan data dari hasil Pencatatan Transaksi, kita memang perlu berkenalan dulu nih dengan Chart of Account, yaitu suatu kode penomoran sebagai bentuk perkiraan akun atau pos-pos transaksi keuangan yang terjadi atau dilakukan oleh suatu bisnis. Dalam standar akuntansi yang berlaku global, pada umumnya sudah ada pula nih standar penomoran atau pengkode-an akun-akun transaksi perusahaan, seperti berikut:


Nah, semakin besar perusahaan, makin banyak jenis dan rincian transaksinya. Sebagai contoh nih, sebuah perusahaan besar bisa saja mengeluarkan uang bukan hanya untuk membeli aset berupa tanah dan bangunan, tapi juga mesin, lalu bisa jadi memberi piutang ke konsumen, atau bahkan menanamkan modal ke anak-anak perusahaan. Di jenis aset tanah dan bangunan, ini bisa dirinci lagi kodenya, yaitu untuk tanah dan bangunan berupa gedung perkantoran, rumah, ruko, atau mungkin hotel dan apartemen.

Setiap kali perusahaan menggunakan kas-nya untuk membeli aset lain, maka akan ada perubahan pada saldo kas perusahaan kan? Misalnya, pada awal bulan Januari, saldo kas Rp2 milyar. Lalu pada 10 Januari perusahaan membeli sebidang tanah Rp1 Milyar. Maka pada posisi per tanggal 10 Januari tersebut, terjadi perubahan komposisi aset, yang tadinya Rp 2 milyar adalah kas semua, menjadi Rp1 milyar saja saldo kas-nya, karena Rp1 milyar lagi sudah berubah wujud menjadi aset berupa tanah.

Jadi sahabat wirausaha, COA itu memang umumnya terdiri dari 8 kelompok umum di atas, tapi dari setiap kelompok umum yang diberi nomor 1 digit tersebut, bisa dirinci lagi ke sampai dengan 8 digit angka! Namun untuk konteks UMKM, umumnya hanya dirinci sampai 3-4 angka saja. Menyambung contoh di atas, misalnya adalah akun aset berupa kas di bank, akun COA standarnya adalah 1102, dimana digit pertama "1" adalah kode Kelompok umumnya, yaitu ASET atau HARTA; digit kedua "1" juga merupakan golongan berupa ASET LANCAR (yaitu aset yang likuid alias mudah dicairkan dan/atau yang masa pakainya kurang dari 1 tahun); lalu digit ketiga "0" merupakan sub-golongan kas dan bank; dan digit keempat "2" adalah akunnya, yaitu kas di bank; hal ini karena biasanya 1101 digunakan untuk akun kas kecil (uang tunai atau fisik) yang disimpan di brankas atau dompet di kantor.

Nah teman-teman, semoga sudah semakin terbayang ya soal apa itu Chart of Account. Setelah semua transaksi dikelompokkan, maka akan lebih mudah mengolah data dari pencatatan transaksi seperti ini:


Selanjutnya, akan lebih mudah mengelompokkan transaksi di setiap periode ke dalam Buku Besar per Akun seperti contoh-contoh ini: