​Memahami Hal-Hal yang Wajib Dirumuskan dalam Term Sheet dengan Investor

Artikel · Akses Modal
Lama Baca : 4 Menit

Gambar diambil dari https://medium.com/@VenturX_team

Dalam pertumbuhannya, sebuah usaha seringkali membutuhkan tambahan permodalan untuk mengakselerasi pencapaian bisnisnya.

Dengan banyak pilihan untuk mekanisme pembiayaan, baik dari institusi keuangan, modal ventura, investor, pinjaman perseorangan dan lain sebagainya, tentunya sebagai pengusaha setiap pilihan ini ada kelebihan dan kekurangannya tergantung kepada situasi dan kapasitas yang dihadapi oleh pengusaha itu sendiri.

Kami akan membahas lebih lanjut pada tulisan ini tentang bagaimana kita sebagai pengusaha memahami aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan dan dipelajari sebelum menyetujui tambahan permodalan.

Adapun alat bantu untuk mengkomunikasikan terms atau ketentuan dalam permodalan biasa disebut dengan term sheet yang artinya lembar yang berisi ketentuan dan kesepakatan. Dalam kata lain, term sheet adalah sebuah ikhtisar tidak mengikat tentang poin-poin kunci dari transaksi permodalan. Selanjutnya tergantung bagaimana persetujuan antara investor dan pengusaha mengenai hal-hal yang lebih detail.

Yuk kita lihat apa saja sih yang dicantumkan di dalamnya. Berikut ini langkah-langkah untuk merumuskan term sheet:

  1. Tentukan Tujuan Permodalan
  2. Tentukan Valuasi Bisnis Anda
  3. Rumuskan Business Plan dan hitung ROI pada investasi yang akan dilakukan
  4. Tentukan Jangka Waktu Perjanjian Anda bersama Investor
  5. Rumuskan Imbal kerjasama baik dalam bentuk material dan non material
  6. Tentukan ketentuan ketentuan umum usaha yang bisa melindungi kedua belah pihak dari potensi kerugian dan perselisihan kerjasama.

1. Tujuan Permodalan

Sebelum mencari tambahan modal, pelajari dengan teliti tujuan permodalan. Secara umum tujuan permodalan dibagi menjadi (1) tujuan investasi jangka menengah atau jangka panjang, atau (2) untuk modal kerja, biasanya jangka waktu relatif pendek.

Contoh tujuan permodalan untuk investasi, misalnya membangun fasilitas produksi. Tentunya permodalan yang ditujukan untuk investasi perlu meninjau aspek: berapa jangka waktu sampai investasi menghasilkan imbal-balik, apakah permodalan bersifat pinjaman atau dikonversi kedalam nilai saham, dan tentunya bagaimana aturan untuk penarikan modal.

Adapun permodalan untuk modal kerja biasanya bersifat jangka pendek, diberlakukan mekanisme bagi hasil atau bisa dengan beban bunga pengembalian yang dijanjikan, tanpa investor perlu masuk ke dalam susunan saham.

Apabila aspek tujuan permodalan sudah diketahui dengan pasti dan tertuang dalam business blueprint atau business plan (rencana bisnis), mari kita lihat aspek apalagi yang perlu dipahami oleh pengusaha dan investor sebelum pembiayaan dilakukan.


2. Valuasi Bisnis

Valuasi atau Nilai dari suatu bisnis. Hal ini bisa ditentukan dengan beberapa cara berikut ini;

Valuasi Bisnis berdasarkan Aset

Perhitungan valuasi didasari oleh aset yang dimiliki. Ini merupakan metode paling mudah dan umum digunakan oleh kebanyakan orang yang awam. Metode ini umumnya digunakan untuk melakukan valuasi property.

Contoh: Apabila ada sebuah toko yang sedang beroperasi, membutuhkan dana dan tidak mau melanjutkan usahanya, dan bermaksud mengalihkan kepemilikan. Misalnya toko ini ditawarkan senilai A. Secara umum pertama yang dilihat adalah nilai stok barang, kemudian nilai lainnya, semisal biaya sewa toko, alat-alat yang digunakan oleh toko. Nah nilai ini yang dijadikan patokan apakah investasi berbasis nilai aset ini menguntungkan atau tidak untuk dipindahtangankan.

Di lapangan cara ini tentu akan terjadi modifikasi tergantung dari lebih banyak pertimbangan bisnisnya, namun penilaian berbasis aset ini mengedepankan nilai ekstrinsik dari aset yang melekat pada bisnis tersebut.

Valuasi berdasarkan Pendapatan Penjualan

Titik berat pada pendekatan ini berdasarkan berapa banyak revenue atau penjualan yang dihasilkan.

Apabila dengan contoh toko yang sama, maka yang diperhatikan adalah berapa banyak penjualan yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, misalnya 1 tahun. Artinya dalam waktu 1 tahun (tanpa memperhitungkan kenaikan penjualan), Investor akan mendapatkan modal kembali ditambah kepemilikan dari toko tersebut. Pertimbangannya nilai-nilai berapa yang ditentukan untuk imbal yang saling menguntungkan.

Valuasi berdasarkan Tren Pasar dan Kesempatan Berkembang.

Penilaian ini lebih mengedepankan apa yang bisa didapatkan oleh pengusaha dan investor untuk pengembangan bisnis yang tren-nya sedang bertumbuh pesat. Biasanya dilakukan untuk perusahaan-perusahaan yang tengah melakukan akuisisi ataupun merger. Investor dan pengusaha mencari nilai tambah yang didapatkan selain bisnis itu sendiri.

Perhitungan semudah ini tidak akan terjadi pada perusahaan besar. Karena masalah pencatatan akuntansi dan kepentingan pengendali menjadi hambatan tersendiri untuk memunculkan nilai yang sebenarnya dari perusahaan yang tengah divaluasi. Tapi metode ini bisa menjadi dasar berpikir untuk melakukan valuasi tahap awal.


3. Business Plan (Rencana Bisnis) dan Return on Investment (Laba Hasil Investasi)

Aspek yang paling penting dalam pertimbangan kebutuhan investasi adalah adanya business plan yang baik, yaitu rencana bisnis yang menggunakan ukuran yang tepat untuk komponen yang relevan dengan bisnis model kita.

Misalnya kita sudah menentukan bahwa pertumbuhan distribusi adalah salah satu cara untuk memberikan pertumbuhan penjualan, maka dalam perencanaan kita harus secara mutlak mengukur apa saja komponen penting dalam mendukung pertumbuhan distribusi sebagai tolak ukur nilai investasi yang dibutuhkan.

Setelah nilai kebutuhan investasi dihitung, maka kita mulai bisa menghitung perkiraan pendapatan dan nilai imbal dari investasi yang sering disebut sebagai Return on Investment (ROI).

Secara sederhana, Return on Investment atau ROI adalah laba atas investasi yang dihitung berdasarkan hasil pembagian dari pendapatan yang dihasilkan dengan besaran modal yang ditanam.

Salah satu keharusan bagi setiap pebisnis adalah memahami return on investment) atau tingkat pengembalian investasi secara keseluruhan dalam bisnis yang mereka jalankan. Mengapa demikian? Alasan utama dari pentingnya memahami ROI karena merupakan tolok ukuran keuntungan bisnis yang paling tepat.

Dengan mengetahui tingkat pengembalian investasi, segala kegiatan operasional dapat dievaluasi tingkat pengembalian investasinya.

Banyak ahli yang menganggap ROI sebagai uang atau aset yang diperoleh atau hilang dalam proses investasi sebuah bisnis. Dalam hal ini, investasi mengacu pada pembelian aset, modal, dan anggaran yang diperlukan sebagai biaya investasi.

Seringkali para pihak hanya berfokus pada margin keuntungan atas produk atau jasa. Tetapi kita seharusnya juga menghitung ROI untuk mendapatkan kepastian dan keyakinan bahwa bisnis yang dijalankan mampu berkembang.

Dalam menjalankan bisnis, seorang pengusaha harus memperhatikan jumlah dana yang harus diinvestasikan dalam mencapai target penjualan, jumlah margin keuntungan yang diperoleh, dan bagian dari margin keuntungan tersebut yang akan digunakan untuk mengembangkan bisnis.

Apabila investasi yang dilakukan hanya menghasilkan margin keuntungan terlalu sedikit, maka bisnis tersebut akan mengalami kesulitan untuk berkembang di masa yang akan datang dan bahkan dalam jangka panjang akan mengalami kegagalan.


4. Jangka Waktu Investor

Adapun jangka waktu adalah ukuran waktu dari kesepakatan pada term sheet itu mengikat kedua belah pihak baik investor ataupun pengusaha untuk mendeliver poin poin pada perjanjian kerjasamanya.

Waktu adalah komponen yang sangat penting dan tidak bisa dipisahkan pada perjanjian kerja sama manapun, karena satuan waktu adalah validasi dimana ikatan kerjasama itu dimulai. Pada saat satuan waktu ditentukan maka disitulah segala hak dan kewajiban mulai dibebankan kepada pengusaha dan investor.


5. Rumuskan imbal kerjasama baik dalam bentuk material dan non material

Ketentuan imbal balik kerjasama untuk kedua belah pihak bisa berbentuk sesuatu yang bersifat material dan non material.

Contoh imbal kerjasama berbentuk material

Imbal dalam bentuk material bersifat tangible (bisa diukur), contohnya adalah mendapatkan saham dan masuk kedalam struktur kepemilikan, pengembalian nilai pokok investasi berserta hasil investasinya, dan lainnya.

Contoh imbal kerjasama berbentuk non material

Imbal kerjasama dalam bentuk non material biasanya adalah sesuatu yang tidak bisa diukur, misalnya network, keahlian dari investor dan lainnya.


6. Tentukan ketentuan ketentuan umum usaha yang bisa melindungi kedua belah pihak dari potensi kerugian dan perselisihan kerjasama

Hal hal lain yang perlu diatur untuk menjaga kerjasama dari potensi kerugian dimasa yang akan datang bisa melingkupi pendaftaran merek, pendaftaran paten, dan hak cipta.

Hal-hal yang harus dipastikan:

  1. Pastikan seluruh kelengkapan administrasi, legal dan ketentuan lainnya disiapkan
  2. Pastikan kerjasama yang diperjanjikan dilindungi oleh Hukum
  3. Pastikan komponen yang akan dimasukkan kedalam ketentuan term sheet diketahui implikasinya terhadap imbal dari kerjasamanya.

Demikian tulisan ini dibuat untuk menjadi referensi bagi para pengusaha untuk memetakan hal hal yang dianggap penting untuk diketahui sebelum melakukan perjanjian kerjasama dengan investor. Tentunya selain menjamin keamanan, term sheet harus ditujukan untuk menjadikan kerjasama, kerjasama yang adil dan menguntungkan untuk kedua belah pihak.

Saat ini adalah saat yang paling tepat untuk mengembangkan bisnis kita, dan mendapatkan investasi yang tepat bisa membawa pertumbuhan yang cepat untuk bisnis. Dengan mengetahui dan memahami hak dan kewajiban kedua belah pihak, bisa menjadikan perjanjian kerjasama terlepas dari potensi perselisihan dimasa yang akan datang.

Untuk menambah pemahaman terkait negosiasi dan diskusi seputar term sheet, sebaiknya kita juga mengetahui soal cara menghitung valuasi nilai perusahaan (baca disini) dan ragam jenis skema akses modal ekuitas (penanaman modal saham disini).

Bagi yang penasaran dengan seperti apa sih bentuk dari dokumen term sheet itu? Silakan unduh disini ya.

Ayo semangat kembangkan usaha sampai jadi UKM yang Usaha Kreatif Milyaran!


*) Artikel ini diperbarui pada 27 April 2021.


Gina Priadini, Pendiri dan Pemilik Botanical Goodvibes

Penulis: Gina Priadini; Editor: Banu Rinaldi, Dewi Meisari
2020-08-14 15:11:27
Konten Terkait

Akses Modal

Cara Menghitung Nilai Perusahaan Untuk Negosiasi Penanaman Modal Ekuitas/Saham

Investor biasanya melihat seberapa bagus prospek dari usaha tersebut. Indikator bagus dari suatu usaha tercermin dari nilai perusahaan. Meskipun sebenarnya nilai perusahaan sangat bergantung dari perspektif pemberi nilai. Hasil nilai perusahaan ini hanya bisa memberikan suatu kisaran nilai, bukan nilai yang tepat atau nilai pasti dari suatu aset. Yuk kita bahas bagaimana cara menghitungnya.

2020-08-11 16:13:08

Akses Modal

5 Hal yang UMKM Perlu Siapkan sebelum Mengakses Modal

Sebenarnya kebijaksanaan dalam mengakses modal ini ada miripnya dengan kebijaksanaan dalam membeli barang, lho! Apa maksudnya? Dalam membeli barang dengan bijak, kita tentu harus memilah terlebih dahulu, mana barang yang sekedar diinginkan, dan mana yang benar-benar dibutuhkan. Begitu pula dengan mengakses modal. Jumlah kebutuhan modal perlu dihitung dengan cermat. Untuk lebih lengkapnya, langsung saja, yuk, simak tips mengenai 5 hal yang perlu dilakukan sebelum mengakses modal berikut.

2020-06-17 21:29:09

Akses Modal

Crowdfunding: Punya Bisnis Inovatif tapi Butuh Pembiayaan?

Crowdfunding adalah suatu metode pembiayaan usaha dengan cara mengumpulkan modal dari sejumlah individu untuk membiayai sebuah usaha baru. Saat ini, pengumpulan dana melalui crowdfunding terbilang mudah untuk dilakukan, terutama melalui sosial media dan berbagai situs yang memfasilitasi metode tersebut. Hal ini jelas akan memudahkan para pegiat UKM dalam mendapatkan dana guna mewujudkan ide bisnisnya dibandingkan dengan pendanaan dari sumber sendiri, kerabat, bank, atau modal ventura (venture capitalist). Faktanya, di era digital ini metode Crowdfunding berkembang dengan sangat cepat karena pemilik bisnis atau ide dapat dengan mudah mengumpulkan modal tanpa harus memberikan kontrol usaha kepada para investornya.

2019-12-31 17:53:23

Bantuan Pemerintah bagi Wirausaha Pemula Tahun 2019

Pendanaan

Gratis

Dalam rangka menumbuhkan wirausaha pemula dan mendukung penciptaan lapangan pekerjaan dan penanggulangan kemiskinan, Kementerian Koperasi dan UKM menyelenggarakan bantuan berupa hibah kepada 2.500 wirausaha pemula (WP) skala mikro hingga Rp. 12.000.000 untuk masing-masing WP.

Kementrian Koperasi dan UKMJakarta Selatan
Selalu Berjalan