Food Services & Food Retail, Ragam Bisnis Kuliner yang Perlu Diketahui

Artikel · Wirausaha Inspirasi
Lama Baca : 2 Menit

Gambar diambil dari biz417.com

Kuliner, sektor usaha yang perkembangannya selalu dinamis tiap waktu, tidak hanya sebagai Eat as Neccesity yakni fungsi makanan sebagai kebutuhan untuk bertahan hidup namun juga sengaja diciptakan sebagai Eat as Experience sebagai sebuah sarana berkumpul, hangout, nongkrong, dan sebagainya.

Kuliner memiliki berbagai ragam juga varian baik dari makanan dan minuman, namun pada umumnya semua itu terbagi pada dua kategori yakni Food Services dan Food Retail.

Apa perbedaan Food Services & Food Retail?

Food Services adalah Kuliner yang mengedepankan pelayanan yang manfaat dirasakan konsumen pada tempat tersebut, sifat produknya adalah kuliner siap saji untuk langsung dikonsumsi pada waktu tersebut.

Contoh : Restoran, Warteg, Food truck, Warung Kaki Lima, Café, Coffee Shop dan Catering.

Food Retail adalah Kuliner yang mengutamakan jangkauan area distribusi yang luas untuk diedarkan, sifat produknya adalah kuliner yang tahan lama (lebih dari tujuh hari) dan dapat disimpan dalam waktu tertentu.

Contoh : Frozen Food, Makanan atau minuman kering dalam kemasan, dan lain-lain.

Jumlah Pelaku Food Retail yang notaben bergerak pada Manufaktur 70% lebih banyak dibandingkan jumlah pelaku Food Services pada konteks skala UMKM (sumber: https://foodstartupindonesia.com/)

Pentingnya Izin Usaha dan Izin Produk pada Bisnis Kuliner

Izin pada bidang kuliner umumnya terdapat dua, yakni Izin Usaha dan Izin Produk

Izin Usaha adalah berkaitan dengan aktivitas Perusahaan apa yang dijalankan tersebut secara umum, pemilihan jenis perizinan ditentukan oleh Instansi berdasarkan klasifikasi Usaha

Contoh : Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) untuk Badan Usaha serta Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk perseorangan.

Izin Produk adalah berkaitan dengan produk secara langsung yang ditentukan oleh Intansi terkait berdasarkan spesifikasi atau klasifikasi

Contoh : Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT),Izin Edar MD (Makanan Dalam Negeri), Halal LPPOM MUI, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)

Kecenderungan pelaku UMKM adalah kurang memahami positioning ketika ingin menjalankan usahanya, ambil contoh pada pelaku kuliner (Produsen) Kebab.

Saya produsen Kebab Frozen, perizinan apa yang sesuai kategori produk?

Izin edar untuk produk yang memiliki atau mengandung unsur titik kritis yang tinggi seperti dari hewani, produk susu dan olahannya, dan sebagainya adalah izin edar MD (Makanan Dalam Negeri) BPOM RI

Bagaimana cara agar tidak perlu (diwajibkan) mengurus Izin Edar Makanan Dalam Negeri (MD) di Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) ?

Ubah Sales Channel (Saluran Penjualan)!

Bermain pada Sales Channel bukan sebagai peritel yang menaruh produk di toko-toko untuk diedarkan dalam beberapa waktu, tetapi bertindak sebagai supplier produk mentah/setengah jadi/jadi ke Resto/Cafe/Catering yang notabennya masuk kategori Food Services.

Berat juga ya urus izin di BPOM. Kalau begitu saya mau urusnya P-IRT aja kan skala Rumah Tangga, Bisa ya?

Tidak bisa!

Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) adalah perizinan untuk kategori Food Retail yang sifat produknya olahan makanan kering atau minuman dalam bentuk bubuk yang dapat diedarkan lebih dari tujuh hari dan memiliki titik kritis yang rendah.

Lebih ‘simpel’ lagi dari pemilihan opsi peran selain bergerak sebagai Food Retail atau Food Services adalah bertindak sebagai Retailer produk baik sebagai Distributor/agen/Reseller yang telah memiliki izin edar produk dan legalitas usaha yang mumpuni, sehingga tidak perlu pusing memikirkan produksi atau melakukan pelayanan prima, tetapi dapat fokus pada pengembangan dan perluasan pasar. Sehingga dapat mewujudkan UMKM naik kelas yang mampu survive di berbagai lini dan pada berbagai situasi.


Yudhistira Haryo Nurresi Putro, Pendamping Jakpreneur

Penulis: Yudhistira H.N.P; Editor: Banu Rinaldi
2020-08-09 14:25:07
Konten Terkait

Legalitas Bisnis

Ketahui 7 Tahapan Melengkapi Legalitas Usaha di Indonesia

Calon pemberi modal (kreditur atau investor) maupun calon pembeli besar (offtaker), akan meminta dokumen-dokumen legalitas usaha. Untuk itu, artikel kali ini akan memberikan tips seputar 7 tahapan melengkapi legalitas usaha untuk konteks suatu organisasi usaha yang memiliki status badan hukum

2020-06-22 19:12:26

Berita

UKM Naik Kelas Sadar Legalitas

Bincang Bisnis UKM: Meningkatkan Daya Saing dengan Izin Edar yang diselenggarakan pada Kamis, 8 November 2018 oleh UKMIndonesia.id bersama Uniqorn CoWorking Space yang disponsori oleh Bank DBS berlangsung lancar.

2018-11-11 13:35:07

Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK)

Izin Operational

66 Daerah

Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) adalah tanda legalitas kepada seseorang atau pelaku usaha/kegiatan tertentu dalam bentuk izin usaha mikro dan kecil dalam bentuk naskah satu lembar.

Fasilitasi Sertifikasi Halal

Sertifikasi dan Perizinan

Gratis

Kementerian Koperasi dan UKMJakarta Selatan
Selalu Berjalan