Hot Chile: Besarnya Potensi Ekspor di Chile dengan IC-CEPA

Artikel · Ekspor Impor
Lama Baca : 3 Menit

Gambar diambil dari Youtube.com

Sahabat UKM, di artikel sebelumnya kita sudah mengenal berbagai perkembangan perjanjian perdagangan bagi Indonesia. Sudah jelas bagi kita semua bahwa UKM harus mulai memanfaatkan fasilitas-fasilitas perjanjian ini untuk dapat meningkatkan kontribusi ekspor.

Salah satu perjanjian perdagangan yang sudah berjalan adalah Indonesia – Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement. Dengan adanya perjanjian ini, Chile saat ini sebaiknya mulai menjadi prioritas untuk negara tujuan ekspor serta sebagai penghubung dengan negara-negara Amerika Latin lainnya. Yuk kita bahas di artikel ini.

Apa itu Indonesia - Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA)?

Chile merupakan satu-satunya negara di Amerika Selatan yang tergabung dalam kelompok Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Hal ini berarti dari segi ekonomi dan kesejahteraan, Chile menempati peringkat teratas di antara negara-negara Amerika Selatan lainnya.

IC-CEPA adalah perjanjian perdagangan internasional antara Indonesia dengan Chile sebagai mitra dagang terbesar ketiga di kawasan Amerika Selatan.

Seperti pada umumnya perjanjian Perdagangan Intenasional yakni mengenai isu kesejahteraan, Tujuan IC-CEPA mendorong pertumbuhan pembangunan ekonomi yang merata melalui penciptaan peluang baru juga sebagai stimulus pelaku usaha dalam hal ini UMKM eksportir Indonesia untuk mulai gencar dalam membidik pasar Negara Tujuan Ekspor (NTE) Non-tradisional.

Mengapa Chile?

  • Chile merupakan mitra perdagangan terbesar ketiga bagi Indonesia di Kawasan Amerika Selatan setelah Brasil & Argentina (2019).
  • Negara yang relatif stabil secara ekonomi & politik di kawasan Amerika Selatan.
  • Memiliki Logistic Performance Index (LPI) tertinggi di Amerika Selatan, yang menandakan bahwa kinerja logistik yang baik dalam ekspor-impor.
  • Memiliki 28 Free Trade Agreements (FTAs) dengan 65 negara, 26 sudah berlaku, sehingga Chile bisa menjadi negara penghubung ke negara lainnya terutama Amerika Selatan.

Apa manfaat yang mampu diberikan dari IC-CEPA?

  • Memberikan tarifbea masuk yang lebih rendah untuk produk ekspor, termasuk untuk barang modal atau perantara
  • Menyediakan peluang bagi beragam aneka pilihan produk ekspor
  • Pintu masuk produk ekspor Indonesia di Amerika Selatan
  • Menciptakan potensi bisnis dan kerja sama antara Indonesia dan Chile di masa mendatang
  • Mendukung Industri HOREKA

Apa saja cakupan dalam IC-CEPA ?

IC-CEPA yang saat ini berlaku berfokus pada perdagangan barang, namun rencana 2020 ini target Indonesia adalah mencakup pada perundingan perdagangan jasa : jasa bisnis, jasa distribusi, jasa wholesale dan retail, jasa telekomunikasi, jasa terkait teknologi,dan jasa rekreasi (Seni dan hiburan).

Chile menghapus tarif sebanyak 7.669 produk atau setara 89% dari pos tariff, 6.704 sudah berlaku sisanya bertahap dalam 5-7 tahun ke depan.

Produk Indonesia apa saja yang mendapatkan tarif 0% pada IC-CEPA?

Manufaktur:

  • Alas Kaki
  • Tekstil
  • Ban
  • Peralatan Militer
  • Perhiasan
  • Lain-lain : Produk makanan (Fast Moving Consumer Goods), Furnitur, Kertas, Baterai, Sabun, Lilin, Bola, Tas Kulit

Pertanian:

  • Teh
  • Kopi
  • Pisang
  • Brokoli & turunannya
  • Kelapa Sawit
  • Lain-lain : Rempah-rempah, Kopra, Arang Kelapa, Sayur dan Buah tropis, sarang burung wallet.

Perikanan:

  • Tuna
  • Lobster
  • Udang
  • Kepiting
  • Ubur2
  • Lain-lain : Belut, Lele, Siput, Sirip Hiu, Caviar, Gurita, Mentimun Laut

Bagaimana cara mendapatkan Prefential Tariff pada Perjanjian IC-CEPA?

Untuk mendapatkan tarif preferensi di NTE (Negara Tujuan Ekspor), para pelaku ekspor harus menggunakan form SKA sesuai dengan skema yang digunakan dalam perjanjian.

Surat Keterangan Asal (SKA) Form IC-CEPA yang dapat diperoleh dari Instansi Penerbit SKA (IPSKA) yang tersebar di Kota, Kabupaten, dan Provinsi di Indonesia. Untuk daftar lengkap IPSKA dapat dilihat di http://e-ska.kemendag.go.id/home.php/home/ipska

Berdasarkan data Direktorat Fasilitasi Ekspor-Impor Kementerian Perdagangan RI sejak berlakunya IC-CEPA pada Agustus 2019 beberapa produk yang sudah memanfaatkan Form IC-CEPA hingga Maret 2020, yaitu :

  • Sepatu olahraga (504 lembar SKA, USD 6.7juta)
  • Alas Kaki Lainnya (435 lembar SKA, USD 4,2 juta)
  • Sabun Pencuci/Penghilang noda (26 lembar SKA, USD 3.9juta)
  • Kendaraan Angkut Barang (13 lembar SKA, USD 3,5 juta)
  • Wax (9 lembar SKA, USD 1,5 juta)
  • Kertas & Karton (15 lembar SKA, USD 1,4 juta)
  • Minyak Sawit (12 lembar SKA, USD 1,3 juta)
  • Mantel Panjang (36 lembar SKA, USD 1,1 juta)

Apa peluang untuk UKM Indonesia dalam pemanfaatan IC-CEPA ini?

IC-CEPA bisa menjadi pintu masuk Indonesia ke Amerika Selatan seperti Peru, Kolombia, atau blok dagang Mercosur (Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay) dan bahkan ke Amerika Tengah seperti Kosta Rika, Honduras, dan El Savador. Karena Chile memiliki Free Trade Agreement yang sudah dengan negara-negara tersebut.

Produk atau komoditas untuk eksportir skala UKM seperti : sepatu olahraga, alas kaki lainnya, mantel panjangyang sudah memiiki daya Tarik pada satu tahun pertama sejak permberlakuan Implementasi IC-CEPA pada Agustus 2019.

Sementara masih banyak produk yang belum mengoptimalkan Form IC-CEPA seperti buah tropis, teh, kopi, aneka seafood, rempah-rempah, dan arang kelapa.

Belum mengoptimalkan belum tentu dikarenakan tidak memiliki transaksi ke Chile, namun bisa jadi karena ketidaktahuan akan adanya fasilitas perihal penghapusan tarif melalui Form IC-CEPA. Menjadi tugas bersama bukan hanya Pemerintah, tapi juga para pegiat dan komunitas untuk mengoptimalkan dan ikut serta menginformasikan kemudahan Perjanjian Perdagangan Internasional tersebut yang dalam hal ini IC-CEPA.

Menarik bukan? Jika produk ekspor teman-teman berpotensi untuk Chile, maka segera rencanakan ekspor ke negara Chile ini. Saatnya UKM Indonesia mampu memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional dengan optimal.

Yudhistira Haryo Nurresi Putro, Pendamping Jakpreneur

Referensi:

Kementerian Perdagangan RI: Memanfaatkan Perjanjian Dagang: Indonesia-Chile CEPA

Penulis: Yudhistira H.N.P; Editor: Banu Rinaldi
2020-06-26 13:56:54
Konten Terkait

Ekspor Impor

Kesuksesan Ekspor Hitara Black Garlic Menciptakan Nilai Keunggulan Produk Bawang

Sahabat Wirausaha merasa kurang yakin untuk melakukan ekspor? Mengapa belum yakin? Nah pada artikel ini kita akan coba menceritakan pengalaman sukses ekspor dari Hitara Black Garlic, yang merupakan salah satu member terdaftar di ukmindonesia.id, yang mampu menciptakan nilai keunggulan produk ekspor pada bawang

2020-07-09 23:08:16

Ekspor Impor

Perkembangan Perjanjian Perdagangan Indonesia di Internasional

Untuk bisa sukses dalam menembus pasar ekspor, kita harus mengetahui semua perjanjian perdagangan yang dilakukan Indonesia di internasional. Dengan membaca artikel ini, sahabat UKM akan mengetahui secara ringkas perkembangan segala perjanjian perdagangan yang sedang dilakukan Indonesia.

2020-06-26 11:15:44

Ekspor Impor

Saatnya Memanfaatkan Perdagangan Bebas ASEAN

Ketika usaha sahabat UKM sudah mandek dengan pasar lokal, mungkin inilah saatnya kita untuk melebarkan sayap ke luar negeri, salah satunya negara tetangga kita di ASEAN. Artikel ini membahas Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN atau biasa disebut ASEAN FTA (Free Trade Agreement).

2020-06-26 10:49:57

Ekspor Impor

Keberhasilan Ekspor Rorokenes Menggunakan Prinsip Sustainability

Kali ini kita akan belajar dari Rorokenes yang sudah memanfaatkan komunikasi sustainability ini dalam menembus pasar ekspor. Mbak Syanaz, sebagai pendiri dan pemilik Rorokenes, akan sharing mengenai pengalamannya kepada para sahabat UKM.

2020-06-23 16:59:58