Piutang Dagang (Account Receivable)

Artikel ยท Kamus Bisnis
Lama Baca : 1 Menit

Pelaku UKM pasti ada saja pelanggan yang maunya bayar nanti dengan jangka waktu tertentu. Apakah anda tahu jika ini wajar dalam bisnis bahkan dapat menarik banyak pelanggan. Inilah dinamakan dengan Piutang Dagang. Namun bagaimana jika sudah banyak Piutang Dagang dari para pelanggan? Oleh karena itu, artikel ini akan memberi informasi bagi pelaku UKM tentang apa itu Piutang Dagang dan bagaimana mencatatnya.

Definisi

Piutang Dagang adalah saldo yang belum dibayar oleh pelanggan (customer) atas barang/jasa yang dikirim. Besarannya mengacu pada faktur (invoice) yang dikirimkan ke setiap pelanggan. Biasanya pembayarannya memiliki jangka waktu pendek yang disepakati dengan pelanggan seperti 30, 45, atau 60 hari. Fasilitas ini dapat diberikan ke setiap pelanggan atau pelanggan khusus, biasanya untuk pelanggan Business-to-Business (B2B), dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam menjaga ketersediaan Kas atau mengelola waktu pembayaran. Piutang Dagang ini dapat dilihat di Neraca Keuangan (Balance Sheet) dibawah Aset Lancar (Current Assets).

Cara mencatat Piutang Dagang dalam Akuntansi

  • Debitkan Piutang Dagang ketika mengirimkan faktur kepada pelanggan
  • Kreditkan Piutang Dagang ketika menerima pembayaran faktur dari pelanggan

Suatu usaha tempe bernama CV. Semesta Nusantara menjual 1,000 tempe kepada pelanggannya CV. Makanan Indonesia. Di dalam faktur, tertera harga Rp 2,000,000 dengan jangka waktu pembayaran 30 hari. Ketika CV. Semesta Nusantara mengirimkan faktur tersebut, maka Rp 2,000,000 didebitkan di Piutang Dagang (Account Receivable) dan dikreditkan di Persediaan (Inventory). Lalu, ketika pelanggannya CV. Makanan Indonesia membayar tunai Rp 2,000,000 sebelum 30 hari kepada CV. Semesta Nusantara secara tunai, maka Rp 2,000,000 didebitkan di Kas (Cash) dan dikreditkan di Piutang Dagang (Account Receivable).

Dengan pencatatan ini, maka CV. Semesta Nusantara dapat melihat saldo Piutang Dagang untuk setiap pelanggan.

Jangan khawatir, saat ini sudah banyak solusi digital yang memudahkan pencatatan keuangan bagi para UKM, salah satunya mitra kami LAMIKRO dan Jurnal.id.

Referensi:

Investopedia

Gambar diambil dari bill.com

Banu Rinaldi
2020-06-11 15:48:01
Konten Terkait

Kamus Bisnis

Hutang Dagang (Account Payable)

Suatu UKM untuk bisa berkembang harus pintar menjaga cadangan Kas. Kalo bisa bayar nanti, kenapa musti bayar sekarang? Kalo bisa beli pakai dana orang lain, kenapa musti pake Kas sendiri? Membayar nanti itu dinamakan Hutang Dagang, sedangkan memakai dana orang lain itu dinamakan Pinjaman. Kali ini kita bahas tentang apa itu Hutang Dagang. Suatu UKM juga penting untuk tahu bagaimana pencatatan Hutang Dagang ini.

2020-06-10 15:06:44

Kamus Bisnis

Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Ketika ditanya berapa keuntungan bisnis, tapi tidak bisa memberikan laporannya? Hal ini dikarenakan anda tidak menyediakan Laporan Laba-Rugi. Laporan ini penting sekali untuk mengetahui apakah performa bisnis anda baik atau tidak. Mari kita bahas di artikel ini untuk mengetahui tentang Laporan Laba-Rugi.

2020-06-13 09:59:28

Kamus Bisnis

Sebelum Meminjam, Yuk Pahami Amortisasi Pinjaman

Pandemi COVID-19 diharapkan akan segera berakhir. Dengan kondisi ini, banyak pelaku UKM yang ingin melakukan pinjaman dana dari bank, untuk segera bangkit. Akan tetapi, seringkali pelaku UKM tidak mengerti ketika Bank memberikan perhitungan yang menggambarkan rincian angsuran pembayaran hingga pinjaman lunas. Bagaimana sebenarnya cara membaca dan menghitungnya? Ini yang dinamakan dengan Amortisasi Pinjaman.

2020-05-18 19:36:25

Kamus Bisnis

Neraca Keuangan (Balance Sheet)

Banyak pelaku UKM yang ketika ditanya kondisi keuangan tidak bisa menjawab. Hal ini dikarenakan tidak membuat laporan keuangan, termasuk salah satunya Neraca Keuangan. Padahal Neraca Keuangan ini penting bagi suatu UKM untuk selalu memonitor kesehatan keuangan. Baca artikel ini untuk mengetahui tentang Neraca Keuangan.

2020-06-13 09:25:28