Menjadi Pebisnis Sukses Seperti Mas Witjak

Artikel · Wirausaha Inspirasi
Lama Baca : 5 Menit

Bgreat mengadakan seminar pada tanggal 9 Mei 2019 di Gedung Permata Kuningan, Ruang Serbaguna APINDO dengan tema “Strategi Membangun Bisnis Mencapai Omset 100 Miliyar per Tahun: Consolidation is Powerful”. Diikuti oleh puluhan peserta dari pelaku usaha kecil menengah (UKM) dengan latar belakang bisnis yang berbeda-beda, membuat seminar tersebut berjalan seru dan interaktif. Hadir salah satu pembicara pada hari itu seorang pengusaha muda papan atas ternama, Bapak Witjaksono dari Millionways atau yang lebih akrab disapa Mas Witjak. Namanya mulai dikenal sejak beliau berhasil membesarkan 2 perusahaannya hingga go public dan melantai di bursa efek Indonesia. Millionways sendiri adalah supporting business yang siap membantu perusahaan menjadi pemain No.1 di bidangnya serta disupport langsung oleh ahli dan pengalaman. Di awal sesi Mas Witjak bercerita bagaimana ia memulai bisnis dari modal ‘hanya’ 10 juta rupiah hingga bernilai triliyunan rupiah. Perjalanannya tidak mudah. Beliau pertama kali datang ke Jakarta pada tahun 2004 karena ditawari kerja di Australia oleh seorang kenalannya. Namun harapannya harus kandas karena visa Mas Witjak ditolak dengan alasan tidak mempunyai uang yang cukup di tabungan untuk menjamin kehidupan. Dari situlah beliau termotivasi untuk menjadi pebisnis yang sukses. Di sesi tanya-jawab beliau menjelaskan bahwa dalam menjalankan perusahaan, suasana dan siklus bekerja harus baik. Beliau selalu mendengar kritik dan keluhan dari setiap karyawannya tanpa terkecuali. “Saya mengedepankan suara paling minoritas,” katanya. “Karena dari suara terkecil itulah tercermin suara hati dari orang yang biasanya paling tertakan atau tertindas.” Jika karyawan merasa tertekan, mereka tidak merasa nyaman dan kemungkinan besar akan kabur. Selanjutnya saran Mas Witjak, para direktur yang kinerjanya bagus harus diberikan saham supaya tidak ‘lari’ dari perusahaan. Walaupun tidak menjamin seorang direktur akan setia dalam perusahaan, namun menurutnya dengan memberi saham, ada apresiasi yang luar biasa ditujukan kepada direktur. Sehingga ada rasa memiliki yang timbul jika seorang direktur mendapat saham perusahaan. “Harus saling support. Jangan maunya kaya sendiri. Kalau kaya sendiri, bapak akan gila sendiri,” kata Mas Witjak disambut tawa para peserta seminar. Pengalaman buruk juga diceritakan Mas Witjak pada seminar itu tentang perusahaannya yang terbakar di akhir tahun 2015. Kerugian perusahaan ditaksir mencapai Rp550 miliar. Tidak ada yang menyangka musibah seperti itu akan terjadi. Semua tertegun tak terkecuali Mas Witjak dan rekan bisnisnya. Di kesempatan ini Mas Witjak menekankan bagaimana pentingnya kesiapan mental seseorang dalam menjalankan bisnis. Karena setelah musibah kebakaran, partnernya meninggal dunia karena stress. Menurut beliau, rekannya tidak bisa hidup susah dan mentalnya belum siap. Dari yang sebelumnya pendapatan ratusan juta hingga bermiliyar-miliyar rupiah per bulan, menjadi tidak punya uang sepeserpun. Yang tadinya sudah biasa naik mobil mewah, tiba-tiba harus naik mobil biasa. Hal-hal ini bisa saja terjadi pada siapapun. Beliau kembali mengingatkan untuk hidup sederhana. “Saya naik mobil mewah bisa, naik mobil murah ya bisa juga. Biasa saja.” Ada 3 kunci sukses menurut Mas Witjak untuk menjadi pebisnis sukses yang bisa kami rangkum, yaitu: 1. Jadilah orang yang berani. “Gak ada orang lembek yang sukses. Yang sukses pasti yang berani. Banyak kerabat saya, salah satunya yang punya Sinar Mas, background-nya sangat sulit. Namun dia berani dalam bertindak,” kata Mas Witjak. Wajib berani mengambil tindakan yang beresiko. Beliau mengambil contoh dalam hal hutang. Menurutnya hutang juga sangat penting dan berperan besar dalam menambah asset yang ia miliki. 2. Bagi porsi dalam dewan direktur yang jelas. Harus ada leader supaya perusahaan tidak tercerai-berai. “Seperti sebuah negara, kalau pejabat-pejabatnya ribut, masyarakatnya pasti akan saling berantem juga. Yang menjadi korban pasti masyarakat dan karyawan,” kata Mas Witjak. 3. Wajib bisa akuntansi. Ilmu akuntansi sangat penting menurut Mas Witjak. Minimal seorang CEO bisa membaca laporan keuangan. Tidak harus mahir akuntansi, tidak harus bisa membuat laporannya. Jika belum bisa, minimal wajib bisa baca buku pengantar ilmu akuntansi. Tujuannya adalah agar tidak dibohongi karyawan. “Ilmu akuntansi itu penting! Tidak mungkin CEO dan konglomerat tidak ngerti akuntansi, minimal CEO dan konglomerat pasti bisa membaca laporan atau jurnal,” tutupnya. Demikian yang dapat kami rangkum dari Seminar “Strategi Membangun Bisnis Mencapai Omset 100 Miliyar per Tahun: Consolidation is Powerful” dari sesi Mas Witjak. Semoga bermanfaat dan dapat diterapkan oleh para calon pebisnis sukses sekalian. Salam hangat dan sukses selalu!

Joshua Keane
2019-06-03 16:39:43

Konten Terkait

Mentoring UKM Siap Ekspor Batch 2 By AMEN Indonesia

Coaching dan Mentoring

Gratis

AMEN Indonesia (ASEAN Mentorship for Entrepreneurs Network) membuka pendaftaran bagi UKM yang ingin maju #goGlobal untuk bisa memenuhi standar ekspor dan menembus pasar ekspor.

Selalu Berjalan

Fasilitasi Pendaftaran ISO dan HACCP

Sertifikasi dan Perizinan

Gratis

Deputi Produksi dan Pemasaran - Kementerian Koperasi dan UKM RI menyediakan fasilitasi pendaftaran ISO dan HACCP bagi UKM di Indonesia khususnya di wilayah Bandung dan sekitarnya. 100 UKM terpilih akan dilakukan workshop pemberkasan.

Selalu Berjalan

Mengenal Trik Beriklan yang Efektif

Bincang Bisnis

Gratis

Hallo Sahabat Wirausaha,Pada satu titik tertentu pelaku usaha mungkin sudah sampai di titik dimana serapan pasar di sekitar tempat usahanya sudah "mentok". Gimana ya cara naikin penjualan ke tingkat yang lebih besar lagi?

Union Space, Satrio Tower 16th FloorJakarta Selatan
2019-04-16

Strategi Perluasan Pasar, Pemasaran, dan Branding untuk UKM dengan Prinsip Sustainability

Coaching dan Mentoring

Gratis

Gedung Permata Kuningan, Ruang Serbaguna Lantai 10Jakarta Selatan
2019-04-29