Halo, Sahabat Wirausaha!
Bayangkan kamu membuka dashboard seller di pagi hari dan melihat notifikasi pesanan yang lebih ramai dari biasanya — 50, 80, bahkan lebih dari 100 transaksi dalam semalam. Sekilas itu kabar bagus. Tapi ketika kamu cek laporan keuangan di akhir minggu, angkanya tidak sesuai ekspektasi. Harga jual per produk lebih rendah dari yang kamu tetapkan. Margin menyusut, bahkan untuk beberapa transaksi kamu nombok.
Skenario ini bukan fiksi. Berdasarkan pengakuan yang beredar di komunitas seller online sepanjang 2025–2026, ini adalah pengalaman nyata yang dialami banyak pelaku UMKM — terutama mereka yang berjualan di marketplace besar tanpa secara aktif mengelola pengaturan promo toko mereka. Yang lebih mengejutkan: sebagian besar dari mereka tidak merasa pernah mendaftar ke program diskon marketplace apapun.
Lalu dari mana datangnya potongan harga itu?
...